Liburan Jogja 1, Mau Dong!

            Jogja istimewa, seperti itu orang-orang juga teman-temanku membangga-banggakan kota yang terkenal dengan sebutan Kota Gudeg itu. Kebanggaan yang sama dengan arek-arek Surabaya, misalnya, jika ditanya tentang kotanya.  Aku percaya semua kota istimewa bagi penduduknya karena disitulah mereka merenda kisah yang kemudian menjadi saksi atas sejarah kehidupan mereka. Tapi jika kemudian aku ikut-ikut mengangguk, mengiyakan keistimewaan Jogjakarta tentu bukan tanpa alasan. Lokasi Jogjakarta yang tidak terlalu jauh dari Surabaya menjadi tempat melepas penat yang paling aku juga teman-temanku minati. Kota dengan tradisi yang masih cukup erat dipegang. Kuliner yang beragam dengan harga yang murah meriah serta objek wisata yang eksotis dan tersebar di seluruh penjuru daerahnya adalah sekian dari beberapa alasan kenapa aku menyukai Jogja.

            Dulu aku tidak banyak tahu tentang tempat-tempat wisata yang ada di Jogjakarta. Setiap datang ke kota ini yang dikunjungi hanya itu-itu saja, Borobudur, Prambanan, Keraton, Parangtritis atau Malioboro. Di benak kami, orang luar Jogja, tempat-tempat itulah yang menjadi andalan juga ciri khas yang wajib dikunjungi. Jika kemudian pengetahuanku tentang Jogja bertambah itu karena teman juga semakin banyaknya informasi yang bisa diperoleh lewat internet. Saat ini banyak sekali blog juga portal-portal wisata yang bisa diakses dengan mudah, murah juga cepat. Hampir semua menampilkan lokasi-lokasi wisata yang begitu menarik, yang berbeda sekali dengan pengetahuanku selama ini tentang lokasi wisata di Jogja. Portal-portal juga blog itu memberikan gambaran yang tidak hanya berupa foto-foto narsis pemiliknya tapi juga informasi yang cukup lengkap tentang lokasi plus cara menjangkaunya, biaya juga tips-tips ketika berkunjung ke lokasi.

Gunung api purba Nglanggeran (dok. pribadi)

            Nglanggeran adalah tempat pertama yang kemudian menjadi kedua, ketiga dan seterusnya yang sering kukunjungi jika sedang berada di Jogjakarta. Teman-teman Jogjaku sering sekali menghabiskan malam dengan memandangi bintang juga kota Jogja dari puncaknya. Gunung api purba Nglanggeran, begitu nama lengkapnya. Biaya yang cukup murah dan lokasi yang mudah diakses menjadikan tempat ini sangat cocok untuk menghabisakan waktu berkumpul bersama teman, sekadar bertukar cerita atau kemping. Tempat berikutnya yang tidak kalah menarik di Jogja adalah pantai-pantai indah sepanjang pantai selatan yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Aku dan teman-teman Jogjaku sudah beberapa kali melakukan susur pantai di daerah Gunung Kidul. Jika sebelumnya aku cukup senang memandang langit senja atau menunggu matahari tenggelam di Parangtritis, di pantai sepanjang Gunung Kidul ini lebih-lebih lagi indahnya. Pasirnya yang putih juga bersih, jauh dari jamahan wisatawan yang seringnya mengotori. Pantai Timang, Pantai Wedi Ombo dan masih banyak lagi pantai-pantai indah yang memang belum dibuka untuk wisata ini terdapat di daerah Gunung Kidul.

Salah satu pantai di daerah Gunung Kidul (dok.pribadi)

 

Pantai Indrayanti (dok.pribadi)

               Keindahan alam Gunung Kidul masih banyak lagi. Aku pernah membaca tentang Gua Pindul, sempat juga melihat liputannya di televisi. Tempat ini biasa digunakan untuk cave tubing. Meski dikelola oleh penduduk lokal, kata temanku, keamananannya dijamin. Temanku juga pernah bercerita, bahkan mengiming-imingi, tentang serunya menguji adrenalin dengan memanjat dinding vertikal di Goa Jomblang. Cerita dan foto-foto yang membuatku iri. Sampai saat ini aku belum mengunjungi tempat-tempat itu. Tentu seru sekali bermain air juga sekaligus mencoba sedikit bertualang di alam.

            Sebagai daerah tujuan wisata Jogja selain dikagumi karena keindahannya ternyata juga belum lepas dari masalah “klasik” yang mengurangi “nilainya.” Masalah itu antara lain adalah kebersihan. Meski sudah terdapat tempat sampah juga toilet umum tapi kebersihakannya masih kurang. Masih banyak kutemukan sampah-sampah berserakan di lokasi-lokasi wisatanya. Selain itu, seperti juga tempat lain, tidak gratisnya fasilitas umum seperti parkir dan toilet menurutku menjadi sesuatu yang kurang, nilai minus. Toilet terutama adalah fasilitas yang wajib ada di setiap tempat wisata yang seharusnya bersih juga gratis. Pun begitu dengan tempat parkir.

            Meniru Jogja yang istimewa, aku juga istimewa. Istimewa karena tidak hanya suka berwisata, jalan-jalan, tapi aku juga suka menulis dan bercerita. Hampir semua perjalanan yang kulakukan kutulis baik di blog pribadi ataupun blog keroyokan. Bukan hanya untuk membagi cerita tentang keindahan alam atau serunya menghabiskan waktu bersama teman tapi juga untuk berbagi informasi. Banyak teman yang kemudian tertarik setelah membaca tulisan-tulisanku yang hampir selalu kusertai foto-foto. Itu juga yang akan kulakukan jika nanti terpilih di Liburan Jogja ini, membagi cerita dan menyebarkannya. Kurang istimewa? Coba saja.

Advertisements

8 thoughts on “Liburan Jogja 1, Mau Dong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s