Apakah Anda Tahu Nama Anggota DPD Yang Mewakili Provinsi Dimana Anda Tinggal Sekarang?

            Apakah Anda tahu nama Anggota DPD yang mewakili provinsi dimana Anda tinggal sekarang?

 

            Pertanyaan ini langsung menghentikan jemari saya ketika saya membuka website DPD. Kalimat yang menjadi bahan polling di kolom Jajak Pendapat ini begitu mengena di kepala saya. Saya kemudian bertanya pada diri sendiri, sudahkah saya mengenal wakil saya di DPD ini. Pertanyaan yang merembet ke pertanyaan-pertanyaan lain yang ternyata jawabannya hampir semua sama yaitu tidak.

            Tak kenal maka tak sayang, ada pepatah yang mengatakan demikian. Saya setuju. Saya tidak mengenal wakil saya sehingga kalau sampai saat ini saya tidak sayang bahkan sama sekali tidak peduli dengan anggota DPD tentu tidak mengherankan. Tapi pertanyaannya kemudian adalah sayangkah anggota DPD dengan saya. Kenalkah mereka dengan saya? Ini penting tentunya karena jika seorang wakil tidak mengenali yang diwakili bagaimana bisa mereka ada dan berani berbicara atas nama saya, rakyat.

            Ini adalah sebuah pengandaian, pengandaian dari seorang rakyat tentang seperti apa wakil yang diinginkannya. Jika saya menjadi seorang anggota DPD atau baiknya saya mulai dengan jika saya berniat mencalonkan diri menjadi anggota DPD hal pertama yang akan saya lakukan adalah mengenali rakyat saya untuk kemudian mengenalkan serta meminta ijin menjadi wakil mereka. Bukan hanya muncul pada awal saja, saya akan menyempatkan diri blusukan demi mengenali rakyat yang nantinya akan saya wakili.

            Selanjutnya saya akan kembali menggali keinginan rakyat bukan hanya dengan satu dua kali kunjungan kerja ke tempat-tempat tertentu tapi benar-benar membuka mata, telinga dan pikiran saya pada masalah-masalah yang terjadi. Masalah-masalah yang seringnya hanya menjadi hal yang “harap dimaklumi” juga “sudah biasa” yang kemudian bukannya segera dicarikan solusi tapi hanya menjadi bahan yang diangkat sebentar, dirapatkan tapi kemudian tidak ada hasilnya. Seringnya lupa bahwa masalah besar dulu asalnya kecil juga harus dihilangkan. Sebagai wakil rakyat tentunya saya tidak boleh punya penyakit lupa. Maka saya akan sering-sering mengingatkan diri saya tentang siapa saya, untuk apa saya ada di DPD dan apa tugas saya.

            Jiika saya menjadi anggota DPD, maka saya ingin menjadi wakil yang dicintai rakyatnya. Caranya tentu dengan memberikan perhatian. Rakyat harus tahu saya ada dan bahwa saya memang berjuang untuk menyalurkan aspirasi mereka. Melakukan dialog bukan sebatas formalitas atau sekadar mengisi jadwal, agenda tapi benar-benar menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Sama-sama duduk untuk mencurahkan hati juga pikiran sudah sesuaikah apa yang saya lakukan sebagai wakil mereka atau justru saya salah menafsirkan keinginan mereka, saya salah menggunakan mandat dari mereka.

            Terakhir jika saya menjadi anggota DPD saya akan terus berusaha membuat rakyat saya percaya dengan tidak sekali-kali menghianati kepercayaan yang telah mereka berikan. Saya ada karena mereka percaya pada saya untuk duduk sebagai wakil mereka. Saya berhak duduk di kursi DPD karena rakyat tahu saya hanya akan mengucapkan apa yang mereka bisikan di telinga saya, tidak mengikuti bisikan-bisikan lain yang justru seringnya bertentangan dengan kepentingan mereka, rakyat. Intinya saya akan menjadi anggota DPD yang dikenali dan dicintai rakyatnya sehingga tidak akan ada lagi yang bingung untuk kemudian menjawab tidak atas pertanyaan Apakah Anda tahu nama Anggota DPD yang mewakili provinsi dimana Anda tinggal sekarang.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s