(When) Pictures Speak Louder Than Words

Hasil jalan-jalan ke pasar pagi ini:

penjual tepo pecel dan jenang (dok. pribadi)

Tempat pertama yang langsung dituju begitu masuk pasar adalah penjual tepo (lontong) pecel yang nggak pernah sepi alias harus antri kalau beli. Tepo juga jenang (bubur sumsum) dibungkus daun pisang dan daun jati. Isinya kalau dilihat akan seperti ini:

tepo (lontong) pecel

Para penjual yang sebagian besar lanjut usia dengan kebaya plus jarit:

 

penjual bunga

penjual kelapa

penjual gethuk yang matching sama dagangannya

si mbah penjual bunga

penjual tembakau dan sirih

si mbah melamun sambil menunggui dagangannyaSi mbah di atas melamun sambil menunggui dagangannya (aku nggak tahu apa, hanya terlihat bungkusan daun pisang kecil-kecil juga kelapa).

 

si mbah sarapan sembari nunggu dagangan

penjual kerupuk

penjual sayur

Nah, foto yang di bawah ini aku ambil pas mau balik ke rumah temanku:

 

si mbah yang masih semangat dan kuat

Yang ini para mbah yang lagi transaksi:

Masih, di sebuah dukuh di lereng bukit pagi ini 18 Januari 2011

Advertisements

7 thoughts on “(When) Pictures Speak Louder Than Words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s