AKHIRNYA, BNS!

Setelah sebelumnya sedikit mengelilingi wilayah Surabaya utara pada malam hari dan mengunjungi House of Sampoerna, sabtu (minggu yang lalu) kemarin seperti yang sudah direncanakan oleh seorang teman aku berkesempatan berekreasi ria ke Selorejo, Malang. Sudah siap dari pagi bahkan tak sarapan karena si teman bilang kalau kami diharapkan menunggu “rombongan” di terminal Joyoboyo. Meski kemudian kami memutuskan membeli bubur dulu untuk mengisi perut yang ada di depan kos sebelum berangkat, sepiring berdua bukan bermaksud romantis tentunya tapi karena takut nggak habis.

Masih ngantuk karena semalam baru bisa tidur jam setengah dua belas malam, pagi ini berangkat lagi tapi tetap semangat karena ini adalah pertama kalinya aku akan ke Selorejo, sebuah tempat wisata di daerah Malang, Jawa Timur yang berupa waduk. Tapi sebenarnya kemana pun tujuannya aku selalu semangat kok kalau jalan-jalan. Setelah membeli beberapa makanan ringan dan sebotol minuman kami berdua berangkat ke Joyoboyo naik angkot. Disana nanti, rencananya, kami akan dijemput teman si teman bersama kakak dan teman-teman yang lain.

Sampai di terminal Joyoboyo sekitar pukul delapan pagi tapi panas di kota ini sudah cukup menyiutkan nyali. Tidak seperti terminal yang pada umunya menyediakan tempat duduk untuk calon-calon penumpang, di terminal ini kami tidak menemukan tempat duduk. Akhirnya di pinggir terminal, di depan sungai yang sebut saja got saking kotornya air yang tak bisa dibilang mengalir kami duduk di pagar tembok yang rendah, di antara para tukang becak. Satu jam berlalu tapi yang ditunggu belum muncul, rupanya masih ada sedikit masalah dengan mobil yang akan digunakan, belum tiba. Karena lapar aku dan temanku pun membuka bekal kami, sampai hampir habis.

Beberapa saat kemudian salah satu teman rombongan datang, rupanya dia juga menunggu di terminal yang sama tapi di sisi yang lain. Matahari yang semakin terik, disini matahari nggak cuma bersinar tapi membakar. Jam sepuluh dan rasanya kulit sudah berteriak-teriak kepanasan. Daun pohon palem yang masih belia menjadi payung kami, lumayanlah daripada nggak ada. Melanjutkan ngemil bekal sambil bercakap-cakap membunuh waktu. Teman yang ditunggu pun sesekali mengirimkan pesan, sungkan karena dia juga sedang menunggu mobil datang.

Pukul sebelas lebih sekian akhirnya yang ditunggu pun datang, setelah menjemput satu lagi anggota rombongan perjalanan pun dimulai. Rombongan berisi enam orang ini pun melaju dan seperti yang diduga karena sebelumnya sudah ada berita yang mengabarkan bahwa lumpur lapindo luber lagi dan menyebabkan kemacetan kami pun, “sang pengemudi” tepatnya memutar arah dan mencari jalur alternatif. Dalam keadaan normal jarak tempuh Surabaya-Malang cukup dua jam saja tapi kali ini kami harus bersabar karena sepanjang jalan banyak yang “menghambat.” Mulai dari jalur alternatif melewati perkampungan yang ternyata hanya memutar saja sampai pawai agustusan yang menyebabkan kemacetan luar biasa panjang. Belum lagi perbaikan jalan yang akhirnya memberlakukan sistem buka tutup, lengkap sudah.

Pukul empat lebih kami baru sampai di lokasi. Tak ramai meski hari sabtu, tak heran karena jalan yang memang sedang tidak bersahabat. Tak ingin membuang-buang waktu kami pun menyewa perahu yang langsung membawa kami keliling waduk, setelah sebelumnya teman menyewa pancing mencoba peruntungan. Tak banyak yang kami lakukan di Selorejo ini, tak semua wahana beroperasi dan hari yang semakin gelap. Berhenti di alun-alun Batu untuk makan malam perjalanan pun dilanjutkan ke Batu Night Spectaculer atau BNS.  Senang tentunya karena ini pertamanya bagiku setelah berkali-kali menerima ejekan dari teman yang sudah berkunjung kesana.

Malam minggu yang padat, sampai di lokasi kami kesulitan mencari tempat parkir. Setelah sedikit debat, putar balik, beruntung kami menemukan tempat kosong tepat di depan lokasi (padahal sebelumnya nggak ada). Masuk dan yang kami coba pertama kali adalah sepeda udara, permainan yang mengasyikkan dan tadinya kupikir tak menakutkan. Berada di ketinggian, berjalan di atas rel kecil, meskipun otomatis membuat nyaliku sempat ciut meski akhirnya bisa menikmati juga, apalagi melihat pemandangan kota Batu dan sekitar pada malam hari dengan lampu-lampu yang “menyejukkan.”

Ke BNS tentunya yang nggak boleh dilewatkan adalah ke Lampion Garden, sebuah taman dengan lampu-lampu lampion dalam berbagai bentuk yang terlihat lucu (kebanyakan dari karakter-karakter tertentu). Puas berfoto-foto kami mencoba komedi putar udara (aku lupa namanya), hanya bertiga karena teman yang lain memilih istirahat dan yang satu tak cukup berani. Sempat keder juga melihat kursi diayunkan tinggi ke udara sambil berputar, teriakan para penumpang membuatku sempat berpikir untuk kembali. Tapi bukankah yang seperti ini hanya pada awalnya saja, dan penasaran tak ingin terus dipelihara, aku akan baik-baik saja, takut ya tinggal teriak-teriak saja.

Pukul sepuluh malam lebih kami mulai keluar dari lokasi. Capek, sedikit ngantuk, ditambah hawa yang dingin membuat sebagian dari kami mulai tertidur. Tak sepenuhnya karena tidur di mobil juga tak mudah. Keluar dari Batu lalu Malang kami berhenti sebentar di Taman Dayu sekedar mencari minuman dan ngemil. Tadinya perjalanan masih ingin dilanjutkan tapi kemudian diputuskan untuk pulang, kembali ke Surabaya. Pukul setengah dua dini hari kami sudah sampai di Surabaya.

Sebagai informasi, untuk tiket masuk ke kawasan Selorejo kami berenam dikenakan biaya empat puluh delapan ribu jadi kalau dihitung 8.000 per orang. Untuk sewa perahu di waduk (ada dua pengemudi, kita tinggal duduk saja), muter-muter di pinggir saja 20.000 rupiah, berhenti di tengah (untuk mancing misalnya) selama satu jam 50.000 rupiah sedang untuk berkeliling tanpa berhenti dikenakan 40.000 rupiah. Untuk sewa pancing, per pancingnya 5.000 rupiah tapi kata si bapak bisa ditawar tiga ribu rupiah saja, juga disediakan umpan berupa cacing. Sedang untuk tiket masuk ke BNSnya per orang dikenakan biaya 10.000 rupian. Untuk tiap wahana dikenakan biaya sendiri per orang juga 10.000 rupiah. Liburan yang menyenangkan.

***

Advertisements

4 thoughts on “AKHIRNYA, BNS!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s