TENTANG SEORANG LAKI-LAKI

Tentang laki-laki yang bukan pendiam tapi tidak pernah banyak bicara. Laki-laki yang lebih sering menunduk ketika kepala dikencingi setan, membuat kata yang sudah di ujung bibir menjadi kaku, malu untuk keluar. Laki-laki yang mencium pipi dan membuat bibir yang manyun berjuang sekuat tenaga menahan senyum, memaksa mata terus terpejam karena tidak ingin lebih malu. Laki-laki yang menangis sekaligus ditangisi.

Seorang laki-laki yang sempat hilang, tidak di ingatan, menghilang dan meninggalkan ribuan tanya tentang mengapa. Jangankan membentak, tatapan matanya pun takkan kau suka. Benci dan cinta dileburnya, entah bagaimana dia melakukannya. Tak pernah banyak yang diminta, sayang yang bahkan tak bisa keluar dari mulutnya. Dan menangis, sebuah penyesalan, adalah permintaan maaf yang begitu sempurna.

Sebuah surat pernah terkirim, entah bagaimana dia membacanya yang terjadi kemudian, rasa bersalah apakah salah yang dirasa karena dalam suratnya bukan tak sayang tapi semua terjadi, meski dengan sadarnya yang kemudian datang, di luar kuasanya. Selembar kertas yang tersimpan, disembunyikan dan tak pernah ingin dibaca lagi, tak perlu dibaca lagi karena semua kata yang keluar seolah belati yang mengiris kembali luka yang belum benar-benar mengering.

Tak tahu apa yang dipikirkan, tak mengerti apa yang dia rasakan karena kata keburu lari berganti senyum dan tawa yang lebih banyak diobral. Menghapus duka dan waktu yang tidak bisa kembali, memperbaiki yang mungkin terjadi. Meski tak pernah lupa bagaimana dulu sebuah tanya selalu menghantui malam yang sudah sangat gelap, ”kenapa tidak pernah bisa bersamaku?”

Tentang laki-laki yang kadang begitu menyebalkan, entah tak mengerti atau tak tahu bagaimana untuk mengerti. Laki-laki yang datang dengan diam dan sekali lagi meruntuhkan tembok yang sudah dengan kokoh dibangun. Melanggar batas “sedang tidak ingin bicara” hanya dengan wajah sendu dan mata letihnya. Ah, melihatnya kau pasti merasa laknat telah membencinya.

Laki-laki yang membuat tawa sekaligus air mata keluar tak terasa ketika sebuah pesan singkat dikirimnya, pesan yang bahkan tidak tepat ejaannya. Doa yang dikirimnya tengah malam ketika tak satu setannya pun mampu mendengarnya. Laki-laki seperti ini hanya akan ada satu di dunia. Laki-laki seperti ini entah kapan bisa membuatnya bangga. Laki-laki ini sampai kapan bisa bertahan di dunia. Pukul setan ini dan katakan padanya apa yang kau minta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s