HUMOR GARING

SURAMADU

Di sebuah kelas seorang guru, dimana Arek Edan adalah salah satu muridnya, sedang bertanya pada murid-muridnya.

Guru                : “Siapa yang tau Jembatan Suramadu?”

Murid-murid   : (kompak menjawab sambil mengacungkan jari) “Saya! Saya!”

Guru yang melihat Arek Edan hanya diam saja langsung bertanya.

Guru                : “Arek Edan kok nggak jawab? Belum pernah kesana ya?” (pertanyaan ngece)

Arek Edan       : “Belum” *sambil meremas-remas rok teman sebangkunya, dongkol*

Guru                : “Ya sudah nggak papa. Nanti liburan kita main kesana.”

Murid-murid   : “Asyik!”

Arek Edan       : *diam* Ngono ae, biasa! (dalam hati)

Beberapa hari kemudian,

Guru                : “Siapa yang sudah pernah ke Suramadu?” (gak ono pertanyaan liyo ta?)

Arek Edan       : *langsung berdiri di atas meja sambil mengacungkan jari* Saya! Saya! Saya!

Guru                : “Bagus” *senyum-senyum* Ngono ae bangga! (dalam hati)

ANAK HARAM

Setelah lelah bermain kejar-kejaran (Yok opo gak kesel wong sing dikejar sepur?) Sarul dan Minthuk memutuskan untuk bermain tebak-tebakan.

Sarul                : “Thuk anak opo sing gak disenengi?”

Minthuk          : *mikir karo ketap-ketip* “Anak tikus alias Cindil!”

Sarul                : “Salah, buktine bapakmu ae seneng mangan cindil” (yek!)

Minthuk          : “Anak ulo soale lek gede ngko nyakot.”

Sarul                : “Salah, wong lek’mu ae nginggu ulo. Takonono lek gak percoyo.”

Minthuk          : *mangkel* “Mbuh, nyerah.’

Sarul                : “Anak Haram!”

Minthuk          : “Awakmu la’an!” *ngguyu, seneng iso mbales*

Sarul                : “Yo kon iku!” *emosi*

Minthuk          : “Kon dewe!” *karo motone mecotot*

Akhirnya acara tebak-tebakan ditutup dengan acara grawuk-grawukan (podo haram’e ae rame!)

VOKALIS

Seorang perempuan tampak sedang menikmati sore di sebuah pantai karena merasa tertarik dengan dandanannya yang menurutnya keren seorang pemuda mendekatinya untuk mengajaknya ngobrol.

Pemuda           : “Indah ya suasananya?” *sambil duduk di sebelah si perempuan*

Perempuan      : *Njumbul, kaget* “Anda siapa?”

Pemuda           : “Maaf ngagetin, saya turis yang juga lagi menikmati sunset.” *cengar-cengir*

Perempuan      : “Owh. Saya kira polisi.” *sambil mengelus dada*

Pemuda           : “Masak tampang saya kayak polisi he..he..he. Sendirian aja?” (basi pak!)

Perempuan      : *Membetulkan letak kacamata hitamnya kemudian mengangguk*

Merasa mendapatkan angin segar si pemuda semakin semangat.

Pemuda                : “Kamu vokalis ya? Dari tadi saya dengar nyanyi-nyanyi terus, suaranya juga bagus.”

Perempuan           : *plonga-plongo*

Pemuda                : “Gayanya juga keren apalagi kacamatanya ck..ck…ck, sip!”

Perempuan           : *langsung berdiri* “Anda ini mau menghina saya ya?”

Pemuda                : “Kok marah? Beneran kok, keren…sumpah!” *mengacungkan dua tangannya (kate ditangkep be’e)*

Perempuan           : “Mas ini kalo mau pijet gratisan ngomong aja, nggak usah ngrayu-ngrayu segala.” *tersinggung*

Pemuda                : “Sapa yang nyari pijet gratis? Saya ini ngomong beneran lo Mbak, memang Mbak ini mirip kayak vokalisnya Jajaran Genjang kok.” *thola-tholo, bingung*

Perempuan           : “Saya ini tukang pijet Mas bukan vokalis. Ono-ono ae wong saiki lek kate golek gratisan.” *geleng-geleng kepala*

Pemuda                : “Jadi Mbaknya tukang pijet ya bukan vokalis?” *masih nggak percaya*

Perempuan           : “Vokalis dengkulmu mlocot! Sampeyan lek kurang ajar tak dungakno mati joko!” *emosi*

Karena mendengar ribut-ribut polisi yang biasa patroli di pantai langsung datang. Mengetahui polisi datang perempuan itu langsung lari, meski tidak bisa melihat karena sudah hafal medan dia pun berhasil kabur. Sedang pemuda yang tidak tahu apa-apa alias congok itu pun hanya melongo.

Polisi                    : “Anda tahu tidak memijat dilarang disini? Bagi siapa yang ketahuan memijat dan dipijat akan dikenai denda.”

Pemuda                : “Saya tau pak tapi saya tidak tau klo cewek tadi tukang pijat, saya pikir vokalis band yang terkenal itu.”

Polisi                    : “Dia itu sudah beberapa kali tertangkap tapi belum kapok juga. Kali ini saya maafkan tapi lain kali anda akan langsung saya tangkap.”

Pemuda                : “Trimakasih pak.” *wajah memelas, patah hati*



Advertisements

2 thoughts on “HUMOR GARING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s