BERCINTALAH DENGANKU DAN KAMU AKAN TAHU RASANYA KELILING DUNIA

Dari gelap lahir gelap, terlahir gelap. Tak merubah yang sudah gelap meski dinamai seolah terang. Sekali, dua kali, yang ketiga kali masih sama. Harapan yang sempat muncul kembali dipatahkan. Entah kecewa tapi tak ada sesal. Tak ada rasa diabaikan. Seperti dia yang tumbuh kemudian keluar. Seiring waktu dan semakin tersayang.

Dalam hitam dan memang legam. Matahari adalah teman dan terbakar tak akan pernah jadi penghalang. Apapun diterima, apapun senang. Yang tak dirasa tak bisa menghentikan.  Air mata bukan kepedihan, hanya olok-olok yang membuat gondok. Tangisan adalah jeda dalam sebuah irama karena tempo terus menghentakkan kakinya.

Lari ketika kaki seolah roda yang tak ingin berhenti. Berjalan hanyalah mengatur debar jantung yang memompa darah mudanya. Dihentikan, banyak yang mencoba meski seringnya ikut lari bersamanya. Berjalan tak selalu berdampingan karena gelapnya bukan hanya dianggap beda, kadang laknat.

Dia bernyanyi, dengar lagunya. Liriknya adalah catatan yang ingin ditoreh di batu nisannya. Tentang impian yang bahkan tak bisa dibedakan dengan aslinya. Dia bersyair, pasang telinga. Dalam buku harian yang dicurahkannya pada malam disitulah syair itu lahir. Tentang cacian dan sakit yang sering diterimanya. Sebuah cinta yang hampir tak bisa dipastikan kapan matinya, pada mimpi yang tergantung di langit-langit kamarnya bahwa sebuah wajah bisa begitu menyiksa.

Bukan dunia yang dia kelilingi, hanya maya yang membiaskan seribu bahkan berjuta warna. Dalam sebuah gelembung bening yang sangat rapuh tapi tak tersentuh. Dalam sebuah benteng yang tidak hanya tebal tapi dibuatnya kebal. Bahwa tidak ada yang akan mengusiknya dan tak ada yang akan mampu menyakiti. Dunia yang ingin ditaklukkannya, dunia yang masih menakutkan baginya.

Tak lagi terlihat gelap meski dianggap gelap. Tak sesuram asalnya meski kembalinya belum bisa dipastikan seperti apa. Bukan gelap bukan terang. Kadang hitam, semakin jarang terlihat putih. Jika kata bisa dipercaya, abu-abupun enggan disematkan. Ciptakan warnanya sendiri dan lihat bagaimana orang menamainya. Bejat.

Tak semulus jalan ketika rahim mulai membuka. Tak meminta nyawa sebagai taruhan tapi mimpi yang telah menjadi hidupnya. Jiwa bergejolak, seringnya tak bisa ditolak. Tak ada ruang untuk tidak karena kamusnya tak menyebutkan itu sebagai kata. Berhati-hati untuk tidak seperti memantapkan hati untuk sebuah persetujuan.

Dia adalah dunia. Dengar ceritanya ketika dia dipuja sekaligus dikencingi. Resapi alurnya yang mendaki, membuatmu terengah-enggah seolah udara telah langka, dan rasakan dalamnya ketika dia membawamu hanyut dalam gelombang dan tenggelam dalam samuderanya. Bukan hanya benci tapi juga cinta karena rasa tak cuma satu dan kamu pantas merasakan semua. Dan padang pasir bukan hanya untuk pemanasan tapi juga bergulingan.

Gelap dan mungkin kamu akan tersesat. Hitam dan biarkan matamu lelap karena melihat tidak harus dengan mata dan merasakan tidak harus dengan melihat. Berenanglah dalam lautan pikirannya, selami betapa yang tak terlihat bisa begitu berbahaya. Terbang dan biarkan sayap yang selama ini terkurung di punggungmu keluar. Ikuti dia meraih mimpi yang berterbangan di langit dan lihat bahwa apa yang selama ini tak dipandang bisa bersinar dengan terangnya. Tak perlu banyak bicara, seringnya orang lupa bahwa kesabaran adalah sebuah kualitas dan mendengar meski terdengar membosankan bisa membuatmu tahu kualitas apa yang dimilikinya.

Bercintalah dengannya jika kamu ingin tahu seperti apa rasanya keliling dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s