TAK INGIN MEMILIH SESAL

Goblok jika aku ingin memutar kembali waktu, bukan hanya tidak mungkin tapi juga akan memunculkan pikiran-pikiran yang aku yakin nggak akan membuat hatiku, otakku, merasa lebih baik dan sebaliknya hanya membuatnya semakin terpuruk dalam penyesalan. Apa yang baik dari penyesalan selain hati yang semakin sakit oleh kenyataan dan kepala semakin pening dengan bayang-bayang kelam. Andai, ya, andai semua tidak terjadi. Andai aku begini, andai aku begitu. Apa benar semua bisa menjadi lebih baik?

Andai akan terus muncul ketika kenyataan tidak dihadapi tapi terus menerus disangkal bahkan sampai mati. Tidak mampu langsung memutus rantai yang terlanjur mengikat  tapi bukan berarti kembali dan jatuh lagi. Sakit adalah pengalaman atas perih agar tentunya bisa mengambil hikmah untuk tidak kembali merasakan hal yang sama. Jatuh adalah pelajaran untuk lebih hati-hati dan waspada di kemudian hari. Tidak ada jaminan memang untuk tidak sakit lagi atau jatuh lagi tapi menyesal tentunya lebih sia-sia lagi.

Tidak ingin melanjutkan kebodohan yang sama untuk terus memanja hati yang katanya luka. Luka yang terjadi, tak terhindari tapi bukan untuk dibawa mati. Jika hidup sekali, jatuh berkali-kali, ingin belajar atau cukup menyesali? Tak banyak waktu yang diberi, mungkin sedikit yang diberi tapi selalu terselip nilai asal bijak semua pasti bisa diatasi. Maka kebodohan ini kuhentikan dan kan kuwanti-wanti hati bahwa yang terasa saat ini nanti mungkin hanya akan kutertawai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s