DUA MATAHARI: BUKU HARIAN SETAN hal 4

Berapa matahari yang biasa kalian lihat? Aku melihat dua. Pemandangan yang mungkin bagi sebagian kita sangat ganjil bahkan tidak masuk akal tapi bisa kupastikan aku memang melihat ada dua. Jangan kira aku juga tidak kaget, aku sangat kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang kulihat. Kalian boleh bilang aku sedang bingung, tidak bisa membedakan matahari atau bulan tapi bukankah matahari dan bulan juga tidak muncul pada waktu yang sama. Matahari adalah raja siang dan bulan adalah ratu malam.

Awalnya memang hanya ada satu matahari, tidak beda dengan yang biasa kalian lihat juga kulihat. Kurang lebih hampir pukul dua belas malam, keganjilan yang pertama karena matahari biasa tidak terlihat pada jam-jam seperti ini, matahari seharusnya sudah terbenam. Matahari memang akan terbenam karena dia sudah berada di sisi barat, warnanya juga gelap. Ketika kemudian jam sudah lewat pukul dua belas malam dari arah timur muncul matahari yang lain, matahari yang terang.

Bayangkan, pukul dua belas malam lebih atau mulai pukul nol-nol lebih sekian ada dua matahari di atasku. Matahari di sisi barat yang hampir terbenam berwarna gelap seolah gerhana sedang matahari di sisi timur mulai terbit dengan warna terang. Dua-duanya bulat, penuh. Keanehan yang kemudian diterima bukan hanya oleh mataku tapi akalku karena bentuknya benar-benar sama, katakan kembar. Sedikit yang membuatku bingung lagi, matahari yang kubilang akan terbenam, tenggelam, tidak menuju ke barat. Matahari yang sudah suram itu justru naik. Gambarannya adalah bahwa jika nanti pukul dua belas siang datang, dua matahari akan bertemu tepat di tengah. Aneh.

Entah apa yang terjadi atau mungkin akan terjadi meski ini sesuatu yang sangat langka dan sekali lagi tidak masuk akal ternyata tak seorangpun yang mempertanyakannya. Aku tidak sendiri, bukan hanya aku saksi atas dua matahari ini tapi tak satu pun ada yang bereaksi. Pemandangan yang saat ini terpampang di langit tak terlihat ganjal bagi mereka, bukan hal yang istimewa. Matahari ada dua dan tidak ada yang bertanya, matahari ada dua dan mungkin akan segera bertabrakan tak mengusik mereka.

Aku diam tak lagi mempertanyakan mataku, aku yakin dengan apa yang kulihat meski aku tak yakin mereka benar-benar melihat apa yang kulihat. Dua matahari itu apakah memang hanya untukku atau dua matahari itu hanya di mataku? Beda mata, beda pandangan. Beda cara memandang, beda yang terlihat. Beda yang tak ingin kupaksakan karena dua matahari yang kulihat pun sebenarnya tak punya masalah, jadi kenapa harus ribut? Satu matahari atau dua matahari, silahkan saja. Dua matahari atau satu matahari, biarkan temukan sendiri jalannya.

Advertisements

One thought on “DUA MATAHARI: BUKU HARIAN SETAN hal 4

  1. membaca mataharimu……. ku ingat lagi matahariku. ketika terbit dan terbenam pasti muncul biar sekilas. hey matahari ketika kau muncul atau pulang adakah pengganti………?
    tak ada pikiran lebih panjang lagi di otakku satu jawaban yang ada …….. .?
    Jika Penguasa Dua……
    Jika Penyuruh Dua……
    Jika Bumi Dua…..
    Jika kehidupan dapat terulang yang kedua……
    Maka tidak mungkin kehidupan Bumi Diatur oleh Dua Tuhan……….
    Alhamdulilah terpaut adzan maghrib saat itupula teringat ALLAH ITU ESA……….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s