SIAPA AKU=SIAPA KAMU

Definisikan saja jika kamu merasa begitu tahu. Tak perlu minta pendapatku, kamu mungkin akan kehilangan objektifitasmu. Tak perlu mengadakan penelitian dulu, teorimu bahkan lebih ampuh dari apa yang tertulis di buku-buku. Terjemahkan setiap kerut di dahiku atau garis yang muncul di wajahku, melihatmu dukun atau peramal saja mundur karena malu. Kata-katamu begitu tangguh, tak tajam tapi kepercayaanmu ketika mengeluarkannya membuat setan saja enggan menggodamu. Katakan padaku, apa yang kamu tahu.

Beri pengertian pada sebuah sosok yang kamu anggap tahu ini, mungkin dia terlalu malu untuk mengakui apa yang dirasakan atau bahkan tak dirasakannya. Katakan atau kalau perlu teriak di kupingnya biar dia sadar siapa dia sebenarnya, coba saja dulu. Tak hanya waktu, ruang pun sudah terlalu sering dilanggar. Tak terlihat batas karena tak berpagar tapi apakah kamu yakin kamu punya hak untuk itu. Sedang melihat wajah murammu meski beribu tanya dan prasangka berkecamuk di otakku tak satu pun berani keluar, karena itu duniamu.

Mungkin salah apa yang kusangka, seperti kamu yang lupa kalau kita bukan hanya beda tapi apa yang kita lalui juga tak sama. Mungkin tak benar apa yang kurasa, untuk sekarang, ini yang bisa kubaca. Semua hanya kemungkinan karena kamu juga tahu kadang kamu sendiri pun tak tahu apa yang kamu mau. Yang kau rasa terlalu kompleks, beribu mungkin berjuta, sehingga untuk mengenalinya kamu juga butuh waktu. Jika saat ini, itu definisimu untukku, beri juga aku waktu.

Sebuah buku, terbaca, karena huruf sudah begitu jelasnya dan kamu bukan penyandang tuna. Membaca bukan masalah besar bagimu, sekian detik sekian baris tak soal buatmu. Tapi coba ambil waktumu, tak perlu terburu-buru karena persepsimu tak terdengar benar di telingaku, bukan itu. Banyak yang terucap, mungkin tersirat sebagian tersurat tapi seperti sebuah buku, huruf boleh berbaris rapi tapi pikiran dibalik itu, andai kamu tahu, lebih sering terbalik bahkan melompat.

Kenali aku, lebih dari sekedar barisan huruf dan kata-kata yang mungkin keluar dari mulutku. Kukatakan apa yang kukatakan meski kadang tak kuinginkan. Kukeluarkan apa yang bisa kukeluarkan meski seringnya membuatmu salah paham. Karena otakku tak terbiasa berbaris, karena bibirku lebih memilih meringgis, menahan apa yang tak perlu kuucapkan meski akhirnya disalahartikan. Definisikan aku, sejauh kamu mampu dengan begitu aku akan tahu sejauh apa kamu berarti di hidupku.

Advertisements

2 thoughts on “SIAPA AKU=SIAPA KAMU

  1. Weh, siapa ini, jeng? Jangan-jangan aku… Tapi masa’ aku judgemental gitu?? Kalo iya maaf yaaa, ga bakal tak ulangi lagi.

    Btw, aku juga sering disalahartikan. Padahal udah blak-blakan. Ngomong A ya tujuannya A, B ya maksutnya B. Ga ada udang di balik batu. Gimana jadinya kalo aku pake jurus basa-basi gombal mukiyo??

    Like

    • ha..ha..ha arek sangar koyok awakmu iku 11 12 karo aku yo (aku yo melu sangar es) jadi lebih ngerti lah jeroane kene koyo opo. bukan kritik ini yg kumaksud kemarin tapi ini sing sering tak alami (disalahartikan ga sama dgn dikritik). aku lebih menghargai kritik (masio abot ternyata) daripada wong sing asal ngomong tapi ga masalah jg, itu akan menunjukkan kualitas mereka.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s