BUKAN MALAM “PERTAMA”

Melakukan suatu hal untuk pertama kalinya tidak pernah mudah karena kadang ketakutan kita melebihi apa yang sebenarnya akan terjadi. Semua yang dibutuhkan sudah disiapkan, semua yang mungkin akan menjadi halangan sudah diperhitungkan dan keputusan, pilihan pun sudah diambil tapi tak serta merta menghentikan pikiran dan bayangan yang berubah menjadi monster, menghantui. Berkata pada hati bahwa semua akan baik-baik saja, menatap bayangan di cermin dan semua akan terlewati seperti biasa ternyata tak semudah berbicara pada mereka.

Mata tertutup tapi kepala terus berputar. Mata dipaksa terpejam tapi otak tak juga berhenti mengeluarkan pikiran-pikiran yang tiba-tiba saja begitu menakutkan. Amnesia bukan pilihan apalagi hobi, hanya sebuah kebiasaan yang tak ingin dibiasakan tapi susah sekali ditinggalkan. Dan bayangan masih terus berputar seolah slide film yang menampilkan ribuan gambaran akan apa yang pernah terjadi, sedang terjadi dan mungkin akan terjadi. Dulu pernah bilang mimpi telah mengkhianati, mimpi masih menghantui. Mimpi tidak berkhianat tapi mimpi telah diabaikan, dia tidak menghantui dia datang karena pikiran yang belum tenang.

Pertama dan kemudian biasa, terbiasa, sebenarnya sudah dan mungkin bisa dengan mudah dimengerti tapi masih sulit dilakukan. Pernah bilang “jika buruk yang selalu dipandang yang ada tidak lain hanya ketakutan” dan ribuan kali diulang tapi yang pertama masih menyisakan keraguan. Malu pada pikiran dan pandangan orang yang akhirnya menjelma jadi takut dipandang sebelah mata oleh orang benar-benar tidak memberi keuntungan melainkan hanya kerugian.

Jantung berdebar, bisa diatasi. Wajah memerah meski tak bisa ditutupi masih bisa diatasi tapi rasa malu dan takut benar-benar di luar kendali. Terus mendesak dan menuntut otak untuk mundur saja, mungkin lain kali. Apa benar selalu ada lain kali? Sedang waktu kalian sudah tahu tidak lagi berjalan tapi berlari. Kesempatan mungkin tidak akan pernah datang lagi, jika pilihan sudah ditetapkan maka mantapkan keputusan. Godaan dan cobaan bukan untuk dihindari, tidak bisa dihindari tapi jika itu juga yang membuat kita semakin kuat terima sebagai sebuah tantangan.

Untuk para sahabat dan teman yang berhasil melalui hal “pertama” mereka selamat tapi jangan terlena karena masih banyak “pertama” lain yang sudah siap menanti. Untuk sahabat dan temanku yang sedang menjalani “pertama” mereka jangan berkecil hati karena setiap kita adalah individu yang istimewa meski dengan seribu kelebihan dan sejuta kekurangan, yakinlah itu kekuatan yang kadang sering kita abaikan. Untuk sahabat dan temanku yang akan menjalani “pertama” mereka, jika yang terlihat di depan adalah dua hal saja baik dan buruk maka pikirkan yang baik saja. Sudah pernah kurasakan kekuatan pikiran yang selalu bilang aku akan baik-baik saja dan aku baik-baik saja. Kita yang merasakan maka kita yang tentukan versi “baik” kita yang mungkin hanya bisa orang lain pandang.

Jika kamu bertuhan kamu tahu pasti ada ujian dan bukankah sudah pernah diajarkan bahwa cobaan tidak pernah melebihi kemampuan. Tidak akan naik kelas sebelum ada ujian, tidak akan lebih baik sebelum ada cobaan dan rintangan yang mungkin menjatuhkan. Tapi karena kita adalah individu yang istimewa kita pasti mampu melaluinya. Pertama akan menjadi kedua dan seterusnya. Pertama mungkin tidak akan ada artinya karena pertama adalah jalan yang harus kita lalui dalam proses yang tidak akan berhenti selama masih ada waktu untukmu bernafas di dunia ini. Mantapkan pilihanmu lalu tantang tuhanmu dan lihat bagaimana dia begitu menyayangimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s