BAHAGIA

Bahwa kebahagiaan mahal harganya pernah kudengar, pernah kurasakan tapi bahwa kebahagiaan bisa begitu murah meski juga kurasakan, lebih sering bahkan, ternyata bisa begitu mencengangkan. Tak bisa dinilai dengan materi sudah kutahu meski kadang tak bisa mengelak ketika egoku tiba-tiba begitu silau dan sulit melihat. Tak ingin mengukur dengan timbangan yang dibandrol rupiah, tak ingin berbagi dengan bahagia yang diuji dengan angka dan puluhan nol di belakangnya.

Sebuah langkah yang mungkin kecil bagi sebagian orang tapi begitu besar bagi sebagian lainnya. Timbangan boleh sama tapi latar belakang tentu tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Langkah yang bukan hanya ditimbang tapi juga dipikir berulang-ulang. Belum tahu dan ketakutan tak bisa dilarang. Belum terjadi dan berbagai bayangan bergantian tak kunjung hilang. Tapi sebuah langkah telah merubah, sebuah langkah ternyata tak membuatku patah.

Tanya maumu pada diri di sebuah ruang yang bisa kau ciptakan sendiri. Jujur pada hati yang mungkin selama ini terlalu sering kau sakiti. Sebuah keputusan bisa menjadi pisau bermata dua, menyakiti atau melindungi. Sakit mungkin dan kita akan tahu, terlindungi dan kita mungkin tak pernah akan tahu. Maka setelah banyak ketidaktahuan dan perlindungan yang ternyata juga menyakitkan saatnya membuat perubahan.

Sudah tahu apa yang diinginkan hati meski kadang tak sampai hati. Sudah sering menanyai diri dan meski jawabnya tak berganti, tak bisa sembarangan berbagi. Jika hidup hanya sekali dan yang kita miliki hanya pilihan, kenapa tidak berdamai? Sakit sudah pernah dirasakan, satu lagi mungkin tak akan mematikan tapi justru menguatkan. Jika buruk yang selalu dipandang yang ada tidak lain hanya ketakutan.

Tak perlu terlalu tinggi memandang, bukan hanya bisa membuat pegal tapi cahaya bisa begitu menyilaukan. Lihat sekitar dan biarkan hati menemukan jiwanya karena hati begitu jujur, takkan terkecoh oleh angka atau nilai yang bahkan tak kita tahu apa artinya. Lihat diri dan lihat mereka karena mungkin apa yang kita rasa tak sebanding dengan apa yang mereka derita. Jika hati bisa tersenyum dengan mudahnya kenapa juga harus menyiksa? Kutahu aku bahagia dan aku tidak akan menyembunyikannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s