LAKI-LAKI DAN KAMERA

Kulihat dia dengan kameranya. Matanya jeli mengamati objek yang sedang dibidiknya. Sekali, dua kali, beberapa sasaran tertangkap lensa kameranya. Seorang bocah perempuan yang sedang asyik mengayuh sepeda mininya tampak melintas di depannya. Si bocah bersama seorang teman yang sudah jauh meninggalkannya. Si bocah tertawa. Hari minggu yang cerah untuk bermain sepeda bersama di jalanan yang tak terlalu padat pagi ini. Dia kembali mengarahkan kameranya. Dan senyum si bocah perempuan langsung memenuhi layar kamera.

Tak kulihat senyumnya, mungkin bukan saat ini. Pandangannya mulai beredar ke sekeliling, mencari sasaran yang lain. Beberapa mobil yang melintas kembali dibidiknya. Bising tak dikenalnya karena dia hanya seorang laki-laki dengan kamera. Dunia boleh tertawa, dunia boleh bersuara tapi dia tetap pada heningnya. Tawanya hanya pada objek yang direkamnya dan suara dilihatnya melalui lensa kamera. Bahkan tangis bisa dia rasakan lewat mata yang secara tak sengaja tertangkap kameranya.

Tiba-tiba dia berganti arah. Dengan sedikit jongkok dia mencoba mencari sudut, sudut yang sepertinya baru disadarinya. Sebuah tiang bendera menghalangi pandanganku. Tak kulihat kilatan blitz dari kameranya. Apa dia memandang objek yang sama seperti yang kupikirkan? Aku tersenyum. Kurasakan sebuah cinta manusia pada apa yang ditemukan manusia. Temuan yang muncul dari hati seorang makhluk yang kadang terasa begitu hampa.

Sebuah sepeda motor berhenti di depannya. Si pengendara membuka helmnya dan mulai berbicara sedang seseorang lagi di belakang langsung turun dan berdiri di sampingnya. Sempat kupikir mereka saling kenal karena kulihat banyak senyum diselingi tawa yang berhamburan. Aku terkejut ketika si pengendara menunjuk ke arahku. Rupanya dia tahu, mungkin dia baru sadar. Kulemparkan senyumku. Entah kenapa aku ikut senang melihat mereka. Baru kenal dan sudah begitu akrabnya.

Dia masih memegang kameranya. Kulihat si pengendara sepeda motor mengulurkan tangannya, rupanya dia mau pergi dan dia ingin berpamitan. Kadang aku suka bertanya tapi untuk kali ini lebih baik kusimpan saja. Melihat senyumnya, juga senyum mereka, pertanyaan hanya akan merusak suasana. Biarkan dia tetap menjadi laki-laki dengan sebuah kamera, yang mencari dirinya lewat bidikan-bidikan pada objek yang menarik hatinya.

Tak berselang lama dia mulai bersiap. Diletakkan kamera yang juga cintanya itu ke dalam tas selempangnya. Secarik kertas ditorehnya dengan pena, entah apa yang ditulisnya. Mungkin tentang objek yang baru diambilnya. Sekali lagi saat ini pertanyaan biarlah hanya milikku saja, tak ingin kubagi karena dia begitu gembira. Sepeda motornya mulai melaju, memecah jalanan Surabaya. Kubiarkan dia berlalu karena sekali lagi aku tidak ingin mengganggunya.

Seperti cintaku pada rangkaian kata, begitu cintanya dia pada objek yang menggelitik hatinya. Mungkin tidak sengaja, seperti kata yang tiba-tiba muncul dan seolah berkaki, dia hanya mengikuti hatinya. Dia melihat dunia melalui lensa kamera dan mengabadikannya lewat kumpulan foto-foto yang aku tahu tak ternilai harganya. Bukan hanya sebagai pajangan saja karena dia ingin membagi pada dunia tentang peristiwa yang berhasil dipotretnya dan melihat bagaimana mereka menerjemahkannya. Apa yang akan mereka lakukan memang di luar kuasanya karena dia hanya laki-laki dengan sebuah kamera. Bahkan ketika mereka memilih diam dan tidak berbuat apa-apa, dia tetap akan menjadi laki-laki dengan kamera yang tidak akan memaksa tapi hanya berusaha membuka mata mereka.

Kututup korden jendela kaca di depanku. Senyum masih belum berlalu dari bibirku meski kutahu dia sudah hilang bersama laju jalanan. Bahkan dari lantai ini aku bisa merasakan gejolak hatinya. Mungkin tak sama bagaimana kita memandang, berbeda sudut pandang meski pada objek yang sama, tak sama jalan yang kita tempuh, berbeda jalur yang kita ambil tapi pilihan adalah hak dan kita berhak memilih. Cukup saat ini aku tahu bahwa kita sedang memandang arah yang sama. Dan biarkan dunia menentukan posisinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s