SEBENARNYA KAMU SAYANG NGGAK SIH SAMA AKU?

“Sebenarnya kamu sayang nggak sih sama aku?”

Pertanyaan yang aku yakin sebagian besar dari kita pernah utarakan. Paling tidak pernah melintas di kepala meski mungkin pada sebagian orang tidak berhasil dikeluarkan karena takut akan menimbulkan reaksi yang tidak ingin didapatkan dari seseorang yang disayangi. Pertanyaan yang sepertinya berkelamin perempuan. Pertanyaan yang menjadi sangat penting dan harus terjawab dengan “sempurna” agar pertanyaan ini tidak muncul lagi dikemudian hari. Sebuah pertanyaan yang muncul dari sebuah ego yang menuntut “kejelasan.”

“Bukti seperti apa lagi yang kamu minta?”

Sedang aku sudah memilihmu menjadi pasanganku. Sedang begitu banyak yang menggoda tapi kuacuhkan saja. Acuhku mungkin tak sama denganmu karena aku tidak akan melukai hati perempuan yang sudah sekuat tenaga menyisihkan gengsinya untuk sekedar menyapaku. Bibirku mungkin tersenyum, harus tersenyum, kenapa tidak? Tidak suka bukan berarti harus membenci. Aku tidak punya alasan untuk itu, tidak akan pernah ada alasan untuk berbuat “kejam” seperti itu. Dan kamu tahu aku sudah memilihmu. Pernyataan yang kita tulis laki-laki dalam kolom jenis kelamin.

“Sebenarnya kamu cinta nggak sih sama aku?”

Meski sudah pernah dijawab tapi rupanya belum juga dimengerti karena tidak semua pintar bicara, sebagian justru hanya geleng kepala tidak tahu kenapa sampai terpikir pertanyaan seperti itu. Dan benar saja, lagi-lagi harus menerima pertanyaan yang sama. Ketika rasa tidak “dirasakan” dalam tindakan, tidak berhasil diterjemahkan, maka pertanyaan seperti inilah yang akan diterima. Kata bagi sebagian kita masih sangat penting bahkan bukan untuk sekali diucapkan tapi berkali-kali bukan karena tuli tapi lebih pada rasa “tidak aman”-nya diri.

“Mau yang seperti apa lagi?”

Sedang mencintaimu kadang tak mudah bagiku. Sedang untuk mempertahankan dirimu aku juga harus melawan egoku. Setiap hari mencoba memahami tingkahmu yang sering kali berubah bahkan tak tentu arah. Mencoba menyelami duniamu yang kadang begitu rumit. Kata begitu mudah untuk diucapkan dan aku bukan manusia yang menyukai obralan. Tidak cukupkah apa yang kulakukan untukmu? Sedang kamu tidak tahu betapa beratnya aku melawan rasa takut, malu, ketika menyatakan cinta padamu dulu. Begitu mudah kau bilang tidak sedang hampir seminggu aku tidak pernah berhenti memikirkan “moment” itu. Mudah juga kau bilang iya dan bilang pada teman-temanmu kalau kamu hanya mencoba, daripada tidak ada.

“Sebenarnya sayang nggak sih kamu sama aku?”

Mungkin akan jadi pertanyaan yang sangat tidak penting jika kita sadar dunia kita memang berbeda dan mungkin tidak akan pernah sama. Semua orang punya cara mereka sendiri untuk menyinta. Dan sekali lagi bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama. Kamu tidak harus suka apa yang aku suka karena aku juga tidak akan memaksakan diriku untuk suka apa yang kamu suka. Jadi jangan lagi ungkapkan pertanyaan yang sama yang seharusnya kamu sudah tahu jawabannya.

Advertisements

2 thoughts on “SEBENARNYA KAMU SAYANG NGGAK SIH SAMA AKU?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s