CRY FOR YOU

Sebuah kamar, tidak terlalu luas. Sebuah kamar, jantung dari semua ruang yang ada. Bilang saja dindingnya putih meski sulit juga memastikan karena begitu banyak gambar, foto, poster atau benda-benda tergantung. Bendera yang cukup besar di salah satu sisi dinding. Sebuah matras, cukup empuk dengan seprei polos kusut yang tertarik ke lantai bersama buku dan kertas penuh coretan berceceran.

Asap rokok menari seiring musik yang keluar dari sebuah tape yang diputar cukup keras, dari sebuah asbak. Di sampingnya sebuah kaleng minuman kemasan yang sudah terbuka bersama beberapa kaleng lainnya yang jatuh tanpa isi. Sebuah pena dengan mata yang masih terbuka di atas sebuah kertas menemani bersama sebungkus rokok hampir tak berisi dan pematik api berserakan di atas meja.

Kulkas kecil penuh minuman, tak ada makanan. Sebuah sofa tua, cukup besar di depan sebuah televisi yang menyala bisu tanpa ada yang menghiraukannya. Kipas yang berputar dari atas mencoba mengedarkan udara ke seluruh ruangan. Jendela dengan korden yang dipermainkan angin, setengah terbuka, membawa sinar matahari masuk. Tak ada lemari besar disini, sebuah lemari sedang dengan banyak laci.

Sebujur tubuh, belum menjadi bangkai meski tak juga terlihat bernyawa terlihat tengkurap. Celana jeans dan kaos oblong, entah berapa lama, terlihat menyatu di tubuh itu. Rambut yang menutup sebagian wajahnya yang terbenam di atas sebuah bantal layu. Tak ada suara, tak terdengar nafas hanya terlihat punggungnya kadang naik menandakan masih ada jantung yang berdetak. Jangan tanya namanya, jenisnya pun tak bisa dikenali.

Dari kertas yang berserakan bersama coretan-coretannya tak ada makna yang bisa diterjemahkan. Mungkin dia juga tidak tahu apa yang dia rasakan. Hanya sebuah penekanan mata pena pada kertas putih yang tak berdaya yang akhirnya memilih robek daripada menanggung makiannya. Mungkin hanya sakit yang ingin dia alihkan, perih yang ingin dia tepiskan atau amarah yang ingin dia lampiaskan.

Sebuah lagu masih terdengar jika masih bisa disebut dengan lagu. Sebuah teriakan yang keluar entah dari dunia yang mana. Teriakan yang keluar dari hati yang sepertinya sedang sangat terluka. Sebuah kekecewaan pada rasa yang telah dikhianati. Teriakan serupa lolongan pada malam dengan bulan yang penuh. Antara hidup dan mati, entah dimana dia kini berada. Antara dunia yang dia rasa terlalu kejam atau fana yang kadang masih menyurutkan nyalinya.

Sebuah lagu yang akan membawanya kemana pun yang pikirannya bisa capai. Sebuah lagu dan dibiarkan liriknya bicara, dibiarkan musiknya menuntun hati yang tak menentu. Pada sebuah mimpi yang telah berubah melawannya, pada sebuah hati yang mengkhianatinya, pada sebuah janji yang mengingkarinya, pada sebuah masa yang ingin segera dilewatinya dibiarkan lagu ini terus berputar karena dia tidak ingin bicara, dia juga sudah bosan mendengar.

(Cry for you-Marilyn Manson & Korn)

‘You know I can’t believe you,
all the things you say,
they’re not true.
But I fear I can’t just leave you.
All I feel is that I need you my love.
This is all my spirit can take,
anymore and I will surely meet decay.

Won’t you reach out and touch my heartache,
feel it beating, please don’t throw it away.

I can’t believe your careless lies,
your burning eyes, pass through me.
I never thought our love would die,
but how could I, I could not see.

Baby girl you know I need you,
can’t believe that you would leave me this way.
If my pain will not appease you,
so it please you I’ve got nothing to say.

I now begin to realise,
you’re not the girl I once knew.
But deep beneath those hollow eyes,
reasons that die in part of you, of you.

I will cry, cry for you, for you, I will cry, cry for you.

Come on though you shut the moon out,
as though it were bright as sun in the day.
I would crawl through a demention in your head,
you would show me a way.

I can’t believe your careless lies,
your burning eyes, pass through me.
I never thought our love would die,
but how could I, I could not see.
See for you,
I will cry, cry for you, for you,
I will cry, cry for you, for you,
I will cry, cry for you, for you,
I will cry, cry for you, for you,
I will cry, cry for you.’

lirik by http://www.sing365.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s