2

Momong

mo.mong

  • v Jw mengasuh (anak): seharian ia tinggal di rumah untuk — anak-anak

(sumber: KBBI Daring)

Momong bagi sebagian orang adalah hal yang biasa, meskipun aku kok yakin kejadiannya bisa sangat luar biasa. Bagi yang punya anak atau adik, momong mungkin kegiatan sehari-hari yang seperti juga makan dan tidur, biasa ae. Momong yang baru kulakukan juga biasa, tidak bisa dibilang istimewa. Wong aku mau nulis ini biar blog nggak karatan 😐

 

SONY DSC

Meskipun sudah pernah dan dulu biasa momong adik, tapi momong kemarin bisa dibilang sempat membuat cemas. Khawatir kalau yang diemong rewel, jatuh, dll. Dari jauh hari saat diminta momong ponakan tidak berpikir panjang langsung mengiyakan. Cemas itu hal lain, diiyain dulu pikir kemudian.

Jadi ada dua ponakan manis kakak beradik yang Jumat kemarin harus kujaga selama kurang lebih 7 jam. Kalau pas libur mungkin lain lagi cerita, ini momong sambil bekerja. Beruntung punya kantor yang lapang dan dijaga sendiri, jadi masalah tempat main dan mengganggu rekan kerja bisa dicoret.

Jam tujuh dua ponakan berumur enam dan empat tahun ini sudah diantar ke kosan. Pesan Bundanya, harus sarapan dulu dengan disuapi. Setelah itu minum obat (kebetulan di adik lagi batuk pilek) dan baru boleh minum susu setelah makan. Tadinya mau mandi dulu sebelum mereka datang, tapi tak sempat. Bukan ponakan yang sering bertemu, jadi malam sebelumnya sempat datang ke hotel untuk “mencairkan” suasana.

Kamar kos yang kebetulan mirip ruang kelas PAUD langsung menarik minat mereka. Ya, aku punya banyak mainan dan hiasan warna-warni yang bagi anak kecil cukup menarik perhatian. Jadi, langkah pertama adalah menyuapi sambil menunggu mereka membuat mainan dari kertas.

SONY DSC

Karena harus ngantor, jam 8 meminta bantuan teman kos untuk menjaga sebentar karena aku harus mandi. Tak bisa lama-lama, lima menit saja. Selesai mandi langsung bawa perlengkapan “perang” dan dua bocah ke kantor. Pindah tempat. Perlengkapan mainan dibongkar. Tidak lama karena anak kecil ini cepat bosan. Ganti acara nonton bareng film anak di komputer kantor. Tidak lama, karena dua anak punya kesukaan yang berbeda. Sempat bertengkar jadi harus dipisah tempat.

Beruntung ada anak kecil juga di kantor, anak penjaga kantor. Permainan jadi bertambah, main badminton. Tidak lama-lama karena yang njaga juga capek dan tak bisa jauh-jauh dari komputer dan HP. Jadilah waktu 7 jam diisi dengan permainan yang bergantian dan mbolak-mbalik. Setelah peralatan dibereskan, ganti nonton, minta potong-potong kertas lagi, badminton, potong-potong lagi, nonton, dan seterusnya.

WhatsApp Image 2018-04-16 at 2.18.59 PM

Capek? Yok opo ya. Kalau mereka lari, harus ikut lari. Mereka tiba-tiba nggak kelihatan dan tak bersuara harus segera dicari. Menyenangkan? Hahaha, melelahkan! Merayu agar mereka mau makan wis ngalah-ngalahi ngrayu mas-mas. Menjaga anak kecil tidak mudah, tak sampai sehari penuh saja konsentrasi untuk bekerja kiwir-kiwir. Salut untuk para ibu di luar sana. Kalian hebat!

Kalau saat ini ramai anak-anak yang mau nikah, duh, Dek, pikiren sik. Tanggung jawabnya besar. Jadi orang tua tidak bisa mundur apalagi dialihkan. Jajal momong sik, anake tonggo opo adike uwong, kiro-kiro ben dino ngunu sanggup opo gak. BTW sampai Bundanya menjemput, dua ponakan ini dalam keadaan baik-baik saja, kenyang dan tidak menangis. *sujud syukur*

Sekian dan menerima titipan hati.

Advertisements