1

Berburu Buku di Bazar Buku Cafe Librairie Solo

SONY DSC

Setelah Minggu sebelumnya kehabisan tiket, Jumat kemarin yang kebetulan tanggal merah dalam rangka Hari Lahir Pancasila, geng TK Sukar Waras jilid 2 bergerak ke Solo. Info seorang kawan, yang juga salah satu guru di TK Sukar Waras, sedang ada bazar buku di Solo, tepatnya di halaman Cafe Librairie, Solo. Karena tak ingin kehabisan tiket lagi, kali ini kami sudah pesan sehari sebelumnya. Dan inilah perjalanan kami libur kemarin.

Dimulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta, kami naik kereta api Prameks pukul 12.30 WIB. Perjalanan selama satu jam yang tidak terasa. Mencoba untuk jalan kaki saja dari Stasiun Solo Balapan ke lokasi bazar, yaitu Cafe Librairie, yang di Google Maps ditunjukkan cukup dekat, kami berlima ternyata salah arah. Kalau ada yang bilang, “Perempuan tidak bisa baca peta,” kami tidak menyangkal. Kami berlima, kebetulan juga perempuan semua, sama-sama buta arah meskipun sudah dipandu Mbak-mbak Google Maps yang “ngomel” TURN LEFT…TURN LEFT entah berapa kali dan tak kami hiraukan. Berhubung sedang panas dan kami tidak yakin akhirnya kami putuskan pesan taksi online. Dan ya, kami berjalan melawan arah yang seharusnya alias semakin menjauh dari lokasi yang kami tuju.

SONY DSC

Guru dan murid TK Sukar Waras

 

SONY DSC

Nasi Goreng Babat

 

SONY DSC

SONY DSC

Es jeruk dan es teh

Sampai di lokasi yang memang tidak jauh dari stasiun, sekitar 1 km saja plus sekian ratus meter karena kami salah arah, tumpukan rak dan meja berisi buku menyambut kami. Sebelum datang sempat pesimis buku yang aku sukai bakal ada di sini dan ternyata terbukti. Buku yang dibanderol mulai lima ribuan sebenarnya cukup bermacam. Mulai buku anak-anak sampai dewasa, fiksi juga buku pelajaran, lokal dan impor.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

 

SONY DSC

SONY DSC

Tak ada buku yang menarik minatku juga teman-temanku maka kami pun pindah lokasi. Kebetulan dekat dengan Taman Banjarsari (kalau tidak salah ingat). Baru mau ‘ngadem’ salah satu murid TK Sukar Waras kebelet, akhirnya mampir di warung sambil nunut toilet. Selanjutnya pindah ke Pasar Triwindu dan lanjut ke Stasion Manahan untuk mencari jajanan. Pas Magrib kami sudah kembali ke Stasiun Solo Balapan dalam keadaan kenyang dan ngantuk.

 

 

 

Advertisements