0

Menyusuri Lorong di Kotamu, Yogyakarta

SONY DSC

Penjual dawet di Pasar Kotagede

 

Rejeki di tanggal tua itu salah satunya seperti yang kudapat Jum’at kemarin, voucher free Go Car Rp 15.000,- sebanyak 5 buah. Karena masa berlakunya tidak lama jadi buru-buru mengabari teman. Ternyata si teman juga dapat voucher Go Car yang sama. Jadilah Minggu kemarin kita jalan-jalan menyusuri Yogyakarta.

 

SONY DSC

Penjual jamu di Pasar Kotagede

SONY DSC

Penjual jamu di Pasar Kotagede

Tujuan pertama adalah Pasar Kotagede. Cari apa? Cari makanan dong. Masuk ke pasar yang cukup ramai kemarin, kami sukur aja jalan. Jajanan pasar kami sudah biasa, di Yogyakarta tidak sulit mencari jajan pasar meskipun tanpa ke pasar. Penjual pertama yang menarik hati kami adalah bakul dawet. Dawet seharga 2 ribu per mangkok itu disuguhkan tanpa sendok, disosop. Kupikir temanku bercanda saat bilang kami tidak diberi sendok, minumnya disruput. Ternyata tidak. Simbah penjual ikut menerangkan cara minum dawetnya.

SONY DSCSONY DSC

Selesai menghabiskan semangkuk dawet, pindah ke penjual berikutnya, yaitu penjual jamu. Jamu yang diperas langsung di tempat ini semangkuknya dihargai 4 ribu. Cukup murah dan pahit (kalau ini tergantung jenis jamunya). Seperti simbah penjual dawet, ibu penjual jamu juga turut menerangkan dagangannya. Untuk perempuan yang sedang haid baiknya minum Kunir Asem, kalau sudah selesai bisa minum Galian Singset. Kalau mau menambah nafsu makan juga ada jamunya. Yang terakhir jelas tidak akan kupilih, nafsuku wis turah-turah.

Tidak menemukan makanan berat yang menarik hati, perjalanan lanjut ke Masjid Kotagede satu area dengan Makam Raja Mataram. Bukan pertama kali ke sini, tapi belum pernah masuk ke makamnya. Karena harus pakai kemben, si teman menolak. Aku sih pingin, tapi tempatnya lagi ramai, akhirnya tak jadi masuk juga ke makam, hanya jalan di sekitaran saja. Bukan hanya ke areal masjid dan makam, kami sepakat jalan di perkampungan. Asal jalan saja menyusuri kampung sebelum kami pindah ke Stadion Kridosono.

SONY DSC

SONY DSC

Foto-foto dengan mural yang banyak terdapat di dinding stadion serta beberapa patung karya seniman yang dipajang di sekitar stadion menjadi agenda kami selanjutnya. Yogyakarta sedang panas kemarin siang maka perjalanan selanjutnya adalah ngadem. Kebetulan ada pameran foto dan onthel di Bentara Budaya Yogyakarta. Perjalanan menyusuri jalanan Yogyakarta dengan voucher Go Car diakhiri di Jl. Malioboro yang ramai sore kemarin. Minggu yang meng-gemporkan sikil, tapi menyenangkan.

SONY DSC

“Petangguh” karya Timbul Raharja

Advertisements