<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GOODBYE SANITY</title>
	<atom:link href="http://rinatrilestari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinatrilestari.wordpress.com</link>
	<description>When sanity means nothing, then it will be me and my story</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:51:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rinatrilestari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ab5553d878f3e77e90fde9c8537e2cbb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>GOODBYE SANITY</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinatrilestari.wordpress.com/osd.xml" title="GOODBYE SANITY" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rinatrilestari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Setahun Lalu</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/02/02/setahun-lalu/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/02/02/setahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[asyu]]></category>
		<category><![CDATA[ndemin]]></category>
		<category><![CDATA[ora mutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam ketika sedang rebahan sambil melamun sebuah sms masuk, dari seorang kawan. Sms yang isinya tentang sms yang kukirimkan padanya kurang lebih setahun yang lalu.  There’s always somebody for someone, in time. Seperti itu bunyi smsku waktu itu. Entah topik apa yang kami bicarakan waktu itu, detilnya aku sudah lupa. Yang pasti, sesore kemarin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=497&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tadi malam ketika sedang rebahan sambil melamun sebuah sms masuk, dari seorang kawan. Sms yang isinya tentang sms yang kukirimkan padanya kurang lebih setahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> There’s always somebody for someone, in time.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti itu bunyi smsku waktu itu. Entah topik apa yang kami bicarakan waktu itu, detilnya aku sudah lupa. Yang pasti, sesore kemarin pikiranku melayang pada masa setahun yang lalu. Kurasa pikiran kami sedang nyambung atau kalau meminjam istilah si kawan, <em>pikiran kami sedang dalam frekuensi yang sama.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku tersenyum, kurasa tertawa. Menertawakan hidup, kelakuanku yang <em>ora mutu</em>. Setahun yang lalu aku tidak tahu apa yang kumau, apa yang kucari juga apa yang kulakukan. Keluyuran, <em>mbambung</em> sana-sini seperti orang yang kebanyakan duit. (Seperti) tak memikirkan keluarga, pekerjaan juga masa depan, sudah sering aku dengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Setahun yang lalu hahaha&#8230;.(pinginnya malu tapi wes kebal) tulisan-tulisanku tidak lebih coretan-coretan galau <em>ora mutu, yo mutu ning rendah, sangat rendah!</em> Coretan yang kemudian mengantarkanku bertemu orang-orang baru yang nggak kalah <em>ora mutu</em>-nya. Orang-orang dengan kegalauan yang tidak jauh berbeda, sama level hanya beda jenisnya saja, membuat hidupku semakin “meriah.” Saling menertawakan, mengolok tentang ketidakmutuan masing-masing yang ternyata sulit dihilangkan, mungkin memang bukan untuk dihilangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, setelah setahun berlalu, tidak banyak yang berubah. Aku, kurasa juga kawan-kawanku, masih bertahan di garis <em>ora mutu</em> meski ada yang ditambah dengan polesan, ada juga yang pede dengan ketidakmutuannya yang vulgar. Masih, aku suka keluyuran, <em>mbambung.</em> Pertanyaannya: Apa sekarang aku lebih bahagia dari setahun yang lalu?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan yang susah-susah mudah untuk dijawab. Susah kalau kejujuran masih dikesampingkan, <em>denial</em>. Menjadi mudah jika mau jujur, pada diri sendiri sajalah dulu setidaknya. Setahun membawa banyak pelajaran, pengalaman padaku tentang sakit juga senang, tentang hidup yang, kembali menilik kata-kata seorang kawan, <em>tidak semua bisa seperti yang kamu ingini.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pernah merasa tahu apa yang diinginkan, merasa rasa begitu benar meski kemudian sadar tidak semua yang diinginkan, meski aku ingin sekali, bisa kita miliki atau setidaknya sesuai keinginan kita. Pernah berpikir itulah satu-satunya kebahagiaan, yang ingin diraih. Tidak peduli dengan yang lain karena meletakkan hati di posisi tertinggi, terlupa akan akal, <em>irrasional.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka setelah setahun, setelah beberapa keinginan yang ternyata tidak kalah penting tercapai apakah kemudian kebahagian itu otomatis diraih?</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika aku berada di gunung, pada suatu ketinggian, ada rasa bangga juga senang yang dulu terpikir akan membuat manusia semakin besar, berharga. Rasa yang ternyata kini justru terasa kecil, tidak ada apa-apanya. Orang-orang hebat tidak pernah sendiri. Mereka dikelilingi orang-orang yang mungkin tidak terlihat tapi tidak kalah hebatnya, dalam dukungan, mungkin juga doa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, lagi-lagi terhempas dalam sebuah pemikiran. Bahkan untuk menjawab apa aku bahagia, cukup bahagia, lebih bahagia menghabiskan banyak energi. Tapi seperti juga yang kukatakan pada kawanku, pada balasan smsku semalam,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Seperti juga skripsi, kebahagian harus diperjuangkan.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=497&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/02/02/setahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendaki Merapi</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/30/mendaki-merapi/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/30/mendaki-merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[asyu]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mendaki]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[ndemin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap hari dalam tiga bulan terakhir ini aku memandangi wajah Merapi dari kejauhan. Setiap akan membuka kamar atau tiap kali aku keluar, ke jalan, Merapi yang kokoh terlihat jelas. Erupsi yang terjadi hampir dua tahun yang lalu tidak mengurangi kecantikan gunung ini. Tidak pernah terbesit di pikiran keinginan untuk mendakinya. Sebatas melihat lebih dekat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=484&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_491" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/memandang-merbabu.jpg"><img class="size-medium wp-image-491" title="memandang merbabu" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/memandang-merbabu.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">pendaki Merapi (photo by me)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hampir setiap hari dalam tiga bulan terakhir ini aku memandangi wajah Merapi dari kejauhan. Setiap akan membuka kamar atau tiap kali aku keluar, ke jalan, Merapi yang kokoh terlihat jelas. Erupsi yang terjadi hampir dua tahun yang lalu tidak mengurangi kecantikan gunung ini. Tidak pernah terbesit di pikiran keinginan untuk mendakinya. Sebatas melihat lebih dekat, iya. Keluyuran, mbambung, sudah biasa tapi untuk mendaki sebuah gunung adalah hal yang jauh dari kepalaku, berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Hawa gunung yang pastinya sangat dingin sangat tidak cocok denganku yang terbiasa merasakan panasnya matahari Surabaya. Badanku yang hampir tidak pernah olah raga rutin juga tidak sesuai untuk sebuah pendakian yang membutuhkan stamina yang fit, sebuah ketahanan. Alasan yang kemudian bertambah satu tentang kenapa mendaki gunung tidak pernah menjadi pilihanku adalah ternyata aku masih takut mati. Berita di koran atau televisi tentang para pendaki yang hilang, yang sebagian berhasil ditemukan meski sebagian juga ditemukan tanpa nyawa, ternyata begitu masuk di otakku.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kemarin akhirnya aku memutuskan ikut mendaki Merapi itu adalah sebuah kespontanan untuk mengiyakan. Bukan tanpa rencana juga karena sehari sebelumnya aku sempat berkumpul dengan beberapa kawan. Semua diajak, semua dikabari meski akhirnya kami berempat yang jadi berangkat. Molor jadi jadwal yang disepakati sudah sangat lumrah bagi kami, biasa. Aku, mungkin juga kawanku, hanyalah pemuda bangsa yang ternyata tidak bisa lepas dari tanggung jawab, setidaknya, ikut melestarikan budaya bangsa yaitu ngaret. Akhirnya, pada pukul setengah enam sore kami berangkat dari Jogja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kami berempat hanya seorang kawan yang sudah pernah mendaki Merapi, itupun tiga tahun yang lalu sebelum erupsi. Lupa-lupa ingat kami meluncur menuju Selo, mencari <em>base camp</em> untuk pendakian. Malu bertanya sesat di jalan adalah peribahasa yang sudah sangat dikenal di masyarakat kita. Tidak mau sesat di jalan kamipun bertanya ketika kami mulai kehilangan arah. Kami melaju terlalu jauh, jalan yang kami ambil ternyata menuju Gunung Merbabu, meski ada keyakinan jalan itu juga akan tembus ke Merapi kami akhirnya  memutuskan untuk kembali.</p>
<div id="attachment_494" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/babadan1.jpg"><img class="size-medium wp-image-494" title="babadan" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/babadan1.jpg?w=300&#038;h=280" alt="" width="300" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">Bertemu Pak Ismail di Pos Pemantauan Merapi, Babadan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kembali bertanya dengan beberapa orang yang kami temui, kami sampai di lereng Merapi. Sayangnya bukan tempat itu yang kami maksud. Kami malah nyasar di pos pemantauan Merapi Babadan dan bertemu petugas disana, Pak Ismail, yang kemudian memberi kami ancer-ancer menuju Selo. Sebelum pergi Pak Ismail berpesan agar kami tidak menerjang badai. Di bawah cuaca cukup bagus, langit terlihat cerah dengan taburan ribuan bintang tapi di atas, di Merapi, angin sedang kencang. Saran yang sama juga diberikan beberapa kawan kepadaku ketika mereka tahu aku akan mendaki Merapi.</p>
<div id="attachment_486" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/base-camp.jpg"><img class="size-medium wp-image-486" title="base camp" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/base-camp.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">base camp yang kami cari-cari</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sekitar pukul sebelas akhirnya kami sampai juga di <em>base camp</em> Selo. Sungguh melelahkan. Carrier besar yang kami bawa juga perjalanan yang panjang cukup membebani punggung kami. Lima jam sudah kami berputar-putar. Di <em>base camp</em> sudah banyak para pendaki yang berkumpul, istirahat. Lumayan ramai, pikirku. Angin berhembus sangat kencang, beberapa kali membuka pintu <em>base camp</em> dan menghembuskan hawa dingin ke tubuh kami yang sedang duduk-duduk juga tiduran. Tubuhku merinding. Aku harus istirahat. Rencana kami akan mendaki dini hari sehingga kami harus memanfaatkan waktu untuk istirahat.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam base camp kawan-kawanku berbincang-bincang dengan pendaki lain. Aku memutuskan untuk tidur saja. Meski tidak yakin bisa tidur setidaknya tubuhku bisa istirahat sebentar. Pukul setengah dua kami bersiap-siap. Salah seorang kawanku memasak air untuk menyeduh kopi juga memasak mie instan. Kami tidak akan sempat masak di atas, mungkin juga tidak akan sempat membuka tenda karena keterlambatan kami. Selesai menyantap mie instan ramai-ramai kami berangkat bersama para pendaki yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami baru sampai di tulisan New Selo, di atasnya sedikit, ketika kudengar suara orang muntah. Setelah istirahat sejenak, karena aku dan dua orang pendaki sudah kecapekan, kami mulai mendaki lagi. Seorang kawan yang di belakang menyusul dan mengatakan seorang teman kami turun, tidak melanjutkan pendakian. Tubuh kami memang terlalu lelah. Aku sendiri sudah beberapa kali minta istirahat dan berpikir untuk turun. Dua orang teman pendaki, yang ternyata sama-sama baru pertama mendaki gunung sepertiku, Nglanggeran tidak dihitung, mengatakan ingin berhenti saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kawan-kawannya menunggu sambil memberinya semangat. Seorang kawannya lagi, yang katanya sudah sering mendaki yang ternyata juga muntah, mengatakan akan menemaninya turun kalau mau. Aku sendiri hanya bisa pasrah. Nafasku sudah ngos-ngosan. Kaki juga sudah pegal. Kawanku menyemangati, pasti bisa. Seorang yang lain bilang tidak perlu memaksa, santai saja mendakinya, toh gunungnya tidak akan pergi. Kulihat dua orang pendaki dari rombongan yang lain memutuskan naik, aku ikut. Ini terjadi berkali-kali, berhenti dan pikiran-pikiran untuk turun, tak melanjutkan pendakian menderaku, kurasa juga dua pendaki lain.</p>
<div id="attachment_487" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/bersma-pendaki-lain.jpg"><img class="size-medium wp-image-487" title="bersma pendaki lain" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/bersma-pendaki-lain.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">bersama pendaki yang lain</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata penyemangat yang sama terus kudengar. Lebih-lebih kata-kata di kepalaku yang terus terngiang, <em>“Pendakian ora mutu, yo mutu ning rendah.” </em>Hawa dingin menembus jas hujan yang kupakai meski tidak semakin dingin karena kami bergerak. Seorang pendaki memintaku melepaskan saja jas hujanku agar aku tidak kepanasan. Kawanku menyarankan agar aku melepas kaos kakiku karena melihat aku kesulitan berjalan dengan menggunakan kaos kaki pada sandal tanpa tali di belakang. Kuikuti saran mereka, toh tidak begitu dingin. Semakin naik angin yang berhembus semakin kencang. Di atas pasti sedang badai, kata seorang pendaki. Ngeri rasanya berada di ketinggian dengan angin sekencang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah perjalanan seorang reporter, entah dari stasiun mana, menyegat kami. Semacam wawancara kecilpun terjadi di antara hembusan kencang angin. Si reporter menanyakan asal kami juga apakah kami akan terus lanjut meski cuaca sedang buruk, badai. Yang diwawancarai menyebutkan asalnya. Dia juga bilang akan terus naik selama cuaca masih mendukung. Jika memang nanti di atas terlalu bahaya, tentu tidak akan memaksa sampai di puncak. Perjalanan kami lanjutkan kembali. Angin kencang masih mengiringi kami. Beberapa kali aku berhenti karena terhuyung.</p>
<div id="attachment_488" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gempor.jpg"><img class="size-medium wp-image-488" title="gempor" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gempor.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">pendaki ora mutu</p></div>
<p style="text-align:justify;"><em>Base</em> pertama berhasil kami lalui. Masih cukup aman, kamipun melanjutkan ke <em>base</em> berikutnya. Bukan tidak pegal, rasanya kaki ini sudah terlalu kaku untuk melangkah. Nanggung meski satu yang masih belum bisa kuatasi, perut mulasku. Sungguh bukan hal yang menyenangkan bahkan menyebalkan, dalam pendakian seperti ini jika aku harus kembali karena perut yang sudah tidak tahan untuk membuang hajat. Kutahan dan berharap rasa itu segera pergi. Sama seperti rasa kantukku yang tidak kalah konyolnya. Sedang mendaki gunung dan aku terus menguap, ngantuk. Benar-benar<em> ora mutu! </em></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang pendaki, yang kemudian aku ketahui dari Solo, beberapa kali berhenti. Dari <em>base camp</em> sampai pendakian kuperhatikan dia begitu tenang dan penuh persiapan. Baginya pendakian ini untuk menikmati pemandangan, tidak perlu terlalu nafsu harus mencapai puncak atau sampai secepatnya, dinikmati saja. Ah, aku senang sekali. Setidaknya aku punya alasan untuk berhenti dan beristirahat. Sampai di base kedua angin masih sangat kencang. Terlalu berbahaya untuk naik karena batas vegetasi sudah mulai habis. Tidak akan ada pohon yang bisa kami jadikan pegangan untuk bertahan dari angin kencang. Kiri kanan hanyalah jurang.</p>
<div id="attachment_489" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/goa.jpg"><img class="size-medium wp-image-489" title="goa" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/goa.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">goa</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tidak perlu memaksa, jangan melawan badai. Hidup dan mati mungkin sudah ditentukan tapi mati karena terlalu memaksakan sesuatu juga hal yang terlalu bodoh untuk dilakukan. Kami pun berhenti dan memutuskan membuat tenda. Hari sudah pagi meski di antara kabut tebal kami tidak bisa melihat matahari. Di depan sebuah gua, tenda kami berdiri. Setelah sarapan kamipun istirahat.<strong><em> Orang mati dimana saja, kapan saja tapi aku tidak akan mati hari ini.</em></strong></p>
<div id="attachment_490" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/merbabu-di-depan.jpg"><img class="size-medium wp-image-490" title="merbabu di depan" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/merbabu-di-depan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">memandang Gunung Merbabu (photo by yula)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=484&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/30/mendaki-merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/memandang-merbabu.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">memandang merbabu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/babadan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">babadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/base-camp.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">base camp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/bersma-pendaki-lain.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bersma pendaki lain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gempor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gempor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/goa.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">goa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/merbabu-di-depan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">merbabu di depan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Merinding” Menyaksikan Sang Dewi Di Candi Cetho, Karanganyar</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/27/merinding-menyaksikan-sang-dewi-di-candi-cetho-karanganyar/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/27/merinding-menyaksikan-sang-dewi-di-candi-cetho-karanganyar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 02:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[candi cetho]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[ndemin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[photo by denmas gundul Ini bukan kali pertama aku jalan-jalan ke candi. Melihat dan mengagumi peninggalan sejarah yang berupa tumpukan batu tanpa semen, yang tak bisa kubayangkan bagaimana dulu dibuatnya, seperti ini sudah sejak kecil sering aku lakukan. Tapi kalau aku sampai merinding melihat sebuah candi itu baru pertama kali aku rasakan dan itu kemarin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=475&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gerbang.jpg"><img class="size-medium wp-image-476" title="gerbang" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gerbang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">photo by denmas gundul</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan kali pertama aku jalan-jalan ke candi. Melihat dan mengagumi peninggalan sejarah yang berupa tumpukan batu tanpa semen, yang tak bisa kubayangkan bagaimana dulu dibuatnya, seperti ini sudah sejak kecil sering aku lakukan. Tapi kalau aku sampai merinding melihat sebuah candi itu baru pertama kali aku rasakan dan itu kemarin. Bersama beberapa teman, kemarin aku mengunjungi Candi Cetho yang berada di desa Gumeng, kecamatan Jenawi, Karanganyar.<br />
Disambut kabut tebal, kami yang tiba di lokasi hampir pukul tiga sore merinding karena kedinginan. Kami, kecuali satu teman, tidak menyangka jika akan sedingin ini. Aku sendiri tidak berpikir kalau lokasi candi yang akan kami datangi beradi di lereng gunung, lereng Gunung Lawu tepatnya. Kabut semakin tebal, angin yang berhembus cukup kencang dan rintik air mengiringi langkah kami mendaki undakan demi undakan. Sepi, hening. Tak banyak pengunjung sore itu. Hanya rombongan kami dan dua orang pemuda yang terlihat.<br />
Dibanding beberapa candi yang sering kukunjungi, Candi Cetho ini terlihat lebih terawat dan bersih. Ternyata selain dibuka untuk wisata candi ini masih digunakan untuk beribadah bagi kaum Hindu. Semakin naik hawa semakin dingin. Baju kami mulai basah karena embun. Kabut tebal masih menyelimuti, kian tebal malah. Kami terus naik untuk melihat puncak candi. Di puncak tertinggi ada candi yang tidak boleh dimasuki. Dari samping kulihat bagian atas ditutup kain lebar yang tampak seperti bendera, merah putih.<br />
Di Candi Cetho ini ada beberapa arca berbentuk <em>phallus</em>. Aroma dupa yang dibakar di beberapa sisi candi tercium. Mistis. Pada sebuah ketinggian, kabut tebal, keheningan membuat candi ini terasa mistis. Seorang laki-laki bersama kawannya yang kami temui di puncak candi sempat kami tanyai. Ternyata masih ada candi di bagian belakang Candi Cetho ini. Namanya Candi Kethek. Dari laki-laki itu juga kami tahu ada Puri Dewi Saraswati tidak jauh dari candi, cukup naik beberapa puluh meter dari samping ke belakang.<br />
Masuk area puri tubuhku semakin merinding. Air membasahi hampir sekujur tubuh. Semakin deras karena di area ini banyak pohon. Rasanya seperti gerimis padahal itu adalah air dari embun yang jatuh dari pepohonan. Dewi yang sangat cantik. Patung Dewi Saraswati seolah hidup dan memandang kami yang berdiri terkagum-kagum di hadapannya. Disini tubuhku merinding bukan hanya karena dingin tapi karena aura mistis yang terasa sangat kuat. Bayanganku mulai melayang kemana-mana. Patung Dewi Saraswati ini kemudian kami ketahui didatangkan dari Bali, dua belas tahun yang lalu, menurut cerita bapak penjaga parkir. Sang bapak juga menambahkan hujan dan petir mengiringi proses pemindahan patung ke puri kala itu.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/dewi-saraswati.jpg"><img class="size-medium wp-image-477" title="dewi saraswati" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/dewi-saraswati.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">sang dewi photo by me</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Seorang teman menunjukkan sebuah tempat di samping patung Dewi Saraswati. Ada sebuah bangunan yang menurutku sangat indah. Atapnya ditumbuhi rumput liar tapi tidak terlihat “kumuh” justru sebaliknya, sangat alami dan cantik. Di sebelah bangunan itu, yang aku tidak tahu nama juga fungsinya, terdapat sebuah sendang kecil. Kami masuk. Terlihat ada beberapa gayung disana. Sebelumnya, tepat di belakang pintu masuk terdapat tempat dupa.</p>
<div id="attachment_479" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/sendang.jpg"><img class="size-medium wp-image-479" title="sendang" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/sendang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">photo by me</p></div>
<p style="text-align:justify;">Di dalam sendang yang ukurannya kurang lebih hanya 2&#215;1 meter itu terdapat bunga juga uang logam. Sepertinya sendang ini sering digunakan untuk meminta berkah, untuk awet muda mungkin, pikirku. Kami pun tidak menyiakan. Tangan dan kaki langsung mengkerut begitu air menyentuh kulit, dingin. Hari sudah semakin sore. Candi Kethek yang berada 300 meter dari Puri Dewi Saraswati tidak jadi kami kunjungi. Kami harus segera pulang sebelum kemalaman.<br />
Hampir lupa, sebelum pulang kami mampir ke Rumah Teh Ndoro Donker. Disini kami kembali merinding karena angin yang berhembus kencang membuat tubuh kami yang tanpa jaket menggigil. Kare ayam yang dipesan seorang teman membuat yang lain ingin. Sungguh sedap. Bumbu kare yang begitu kental dan disajikan hangat begitu pas dengan hawa dingin yang menusuk.</p>
<div id="attachment_478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/ndoro-donker.jpg"><img class="size-medium wp-image-478" title="ndoro donker" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/ndoro-donker.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">photo by me</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tambahan juga, untuk bisa merasakan merindingnya bulu kuduk di candi ini satu mobil dikenakan biaya lima ribu rupiah dan itu dikenakan dua kali. Ini dikenakan sebelum kami memasuki area candi. Di depan pintu masuk candi sendiri setiap pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar tiga ribu rupiah untuk wisatawan lokal dan sepuluh ribu untuk wisatawan manca negara. Cukup murah bukan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=475&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/27/merinding-menyaksikan-sang-dewi-di-candi-cetho-karanganyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gerbang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gerbang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/dewi-saraswati.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dewi saraswati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/sendang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sendang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/ndoro-donker.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">ndoro donker</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencoba Jeram Di Sungai Progo, Magelang</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/24/mencoba-jeram-di-sungai-progo-magelang/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/24/mencoba-jeram-di-sungai-progo-magelang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 03:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[arung jeram]]></category>
		<category><![CDATA[asyu]]></category>
		<category><![CDATA[ndemin]]></category>
		<category><![CDATA[progo]]></category>
		<category><![CDATA[rafting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ketika seorang kawan menawari ikut rafting atau arung jeram aku langsung mengiyakan. Bukan karena belum pernah mencoba dahsyatnya jeram tapi memang yang seperti ini selalu nyandu. Jika pengalaman pertamaku berarung jeram kulakukan di Noars, Probolinggo, Jawa Timur, untuk kesempatan kedua ini aku akan mencoba jeram di Sungai Progo, Magelang, Jawa Tengah. Mengendarai sepeda motor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=462&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_463" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram5.jpg"><img class="size-medium wp-image-463" title="jeram5" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram5.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">foto dok. pribadi (dari operator rafting)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seorang kawan menawari ikut rafting atau arung jeram aku langsung mengiyakan. Bukan karena belum pernah mencoba dahsyatnya jeram tapi memang yang seperti ini selalu nyandu. Jika pengalaman pertamaku berarung jeram kulakukan di Noars, Probolinggo, Jawa Timur, untuk kesempatan kedua ini aku akan mencoba jeram di Sungai Progo, Magelang, Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Mengendarai sepeda motor dari Yogyakarta sepanjang jalan kulihat sungai berwarna cokelat. Bukan saat yang tepat untuk berbasah-basahan sepertinya tapi yang seperti ini mana pernah menjadi penghalang. Sampai di tempat kumpul, awalnya kukira lokasi arum jeram ada di sekitar tempat itu, kawan-kawan yang lain sudah menunggu, pemandu juga sudah siap. Setelah semua berkumpul kamipun dibawa naik angkot yang sudah disediakan operator menuju lokasi arung jeram.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Jika di Noars, Probolinggo kami melalui pedesaan yang naik turun jalannya disini kami melalui jalan raya alias jalanan kota. Tempat kami berhenti sebelum memulai arum jeram terletak di pinggir perumahan. Seperti juga standar operator lainnya sebelum memulai berarung jeram kami mendapat pengarahan dari pemandu. Peralatan dan perlengkapan arum jeram juga sesuai standar, boat, dayung, helm, pelampung.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_467" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/mendengarkan-arahan.jpg"><img class="size-medium wp-image-467" title="mendengarkan arahan" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/mendengarkan-arahan.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">mendengarkan arahan. lihat yang paling belakang.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Dibagi dalam tiga kelompok masing-masing boat terdiri dari enam orang ditambah satu pemandu. Arung jeram dimulai. Sungai yang cukup lebar menurutku meski arusnya terlihat cukup tenang. Air berwarna cokelat itu tidak terasa dingin, tidak begitu segar. Beberapa jeram kami lewati masih belum ada yang menantang. Menurut pemandu panjang jalur arung jeram yang kami lalui sekitar  9 km. Aku tidak memakai jam tangan, tidak juga telepon genggam untuk memperhatikan waktu tapi jika dihitung dari keberangkatan kurang lebih kami berada di sungai sekitar 2 jam. Kami berhenti sebentar, katakan semacam pos, untuk menerima pembagian air mineral setelah sekitar satu jam mengarungi sungai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Beberapa jeram terasa cukup seru. Tubuh kami berguncang-guncang bahkan sempat beberapa kali terjatuh, meski tetap dalam boat. Di boat lain beberapa kawan terjatuh di sungai, bukan hanya karena tabrakan boat pada batu yang menyebabkan guncangan tapi karena keisengan kawan se-boat yang sengaja mendorong. Dari kesan yang kudengar dari pembicaraan kawan, arung jeram di Sungai Progo ini kurang menantang. Beberapa juga kurang puas karena terlalu sebentar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Selesai mengarungi jeram kami berjalan menuju angkot yang akan membawa kami kembali. Sebelumnya kami disuguhi kelapa muda dan jajanan di pinggir jalan. Tidak ada base camp khusus dari operator ini. Tempat kami awal berkumpul juga saat kami berhenti sambil minum dan istirahat, dengar-dengar juga peralatannya, semuanya menggunakan sistem sewa yang sudah diatur oleh operator. Kami kembali ke tempat awal kumpul untuk membersihkan badan. Disana kami disuguhi makan siang, nasi pecel.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/angkot.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-464" title="angkot" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/angkot.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<div id="attachment_465" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pemandu-angkat-boat.jpg"><img class="size-medium wp-image-465" title="pemandu angkat boat" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pemandu-angkat-boat.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Mas pemandu yang depan mirip pacar seorang teman. siapa?</p></div>
<div id="attachment_466" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/degan.jpg"><img class="size-medium wp-image-466" title="degan" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/degan.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">menikmati degan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kurang berkesan? Untuk pecinta adrenalin arung jeram yang baru kami lakukan memang tidak cukup menantang tapi untuk bersenang-senang apa yang kami lakukan tetap seru. Untuk merasakan jeram di Sungai Progo ini lumayan murah, cukup dengan merogoh kocek 135.000 rupiah. Pantas saja, batinku. Di Noars aku harus mengeluarkan 185.000 rupiah, itupun kebetulan karena sedang ada diskon khusus. Dalam kondisi normal tarif yang dikenakan 225.000 rupiah. Meski kurang menantang tapi tetap layak dicoba. Pemandu yang ramah, tentu juga berpengalaman, bukan hanya menyenangkan tapi juga memberi rasa aman bagi anda yang belum pernah berarung jeram. Selamat mencoba.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/408041_2531434926672_1277483143_2119859_171901636_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-469" title="408041_2531434926672_1277483143_2119859_171901636_n" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/408041_2531434926672_1277483143_2119859_171901636_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-470" title="jeram7" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram7.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-471" title="jeram1" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=462&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/24/mencoba-jeram-di-sungai-progo-magelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jeram5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/mendengarkan-arahan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mendengarkan arahan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/angkot.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">angkot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pemandu-angkat-boat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pemandu angkat boat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/degan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">degan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/408041_2531434926672_1277483143_2119859_171901636_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">408041_2531434926672_1277483143_2119859_171901636_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jeram7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/jeram1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jeram1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goodbye Sanity #1</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/20/goodbye-sanity-1/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/20/goodbye-sanity-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 02:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[asyu]]></category>
		<category><![CDATA[edan]]></category>
		<category><![CDATA[gie]]></category>
		<category><![CDATA[ndemin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza Tapi aku ingin menghabiskan waktuku di sisimu, sayangku&#8230; -Catatan Seorang Demonstran, Soe Hok Gie- Ada yang ingin berkeliling dunia, menyebrangi samudera dan menjejaki gurun juga savana Ada yang ingin menyepi di gunung, meninggalkan hiruk pikuk dunia, cukup binatang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=459&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah</em><br />
<em>Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza</em><br />
<em>Tapi aku ingin menghabiskan waktuku di sisimu, sayangku&#8230;</em></p>
<p style="text-align:center;">-Catatan Seorang Demonstran, Soe Hok Gie-</p>
<p><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/goodbye-sanity.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-460" title="goodbye sanity" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/goodbye-sanity.jpg?w=300&#038;h=208" alt="" width="300" height="208" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Ada yang ingin berkeliling dunia, menyebrangi samudera dan menjejaki gurun juga savana<br />
Ada yang ingin menyepi di gunung, meninggalkan hiruk pikuk dunia, cukup binatang dan tumbuhan saja temannya<br />
Ada yang ingin belanja sepuasnya, apa arti uang jika disimpan saja<br />
Ada yang ingin berseragam sampai akhir hayatnya, diiringi letusan bedil juga kibaran bendera pada pemakamannya<br />
Ada yang hanya ingin berjalan, mengalir karena tak ada lagi rasa bahwa dunia untuknya<br />
Ada, banyak lagi yang lainnya</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Ada berapa tahun yang sudah dilalui?<br />
Berapa tahun yang lewat seperti air dalam genggaman tangan?<br />
Berapa tahun berlalu setelah berdiri, penuh semangat, dan mengatakan pada semua, “Akan kutaklukkan dunia!” ?<br />
Berapa tahun yang kemudian habis dalam ruang gelap juga pengap yang tadinya penuh inspirasi?<br />
Berapa tahun yang akhirnya habis dalam sebuah sesal berkepanjangan, mencaci yang tak tahu diri, mencaci diri sendiri?<br />
Berapa tahun?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Ada yang ingin mencinta sampai akhir hayatnya<br />
Ada yang ingin dicinta meski terlupa rasa rindu sebenarnya<br />
Ada yang disini dan disana rasanya sama saja<br />
Ada yang lahir dan mati tiada beda<br />
Ada yang, ah sudahlah, mending tidak dibicarakan saja<br />
Ada-ada saja</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Berkeliling dunia tentu menyenangkan<br />
Mati di gunung, betapa damainya<br />
Memejamkan mata dan melihat dia ketika terbuka, indahnya, terlalu indah rasanya<br />
Tapi seperti dia yang mati muda<br />
Seperti dia yang membeku tanpa peluk hangat kekasih di hari terakhirnya<br />
Ada yang kemudian mati berpeluk mimpi indah yang hanya ada di kepalanya<br />
Banyak!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=459&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/20/goodbye-sanity-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/goodbye-sanity.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">goodbye sanity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ndemin Selawase</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/18/ndemin-selawase/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/18/ndemin-selawase/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 06:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ndemin Selawase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Ndemin dan mereka! &#160; &#160; &#60;&#8212;&#8211;  Faa, si pembuat cover lagi serius mengeja &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Denmas Gundul dengan senyum khas &#8220;Cakil&#8221;-nya &#8211; &#8212;&#8212;&#8211;&#62; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Teman si sakit juga oke, Bersama  mbak-mbak cantik, &#160; &#160; &#8212;&#8211;&#62; Muti yang imut. &#160; &#160; &#160; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=445&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ndemin dan mereka!</p>
<p><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/faa2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-448" title="faa" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/faa2.jpg?w=232&#038;h=300" alt="" width="232" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&lt;&#8212;&#8211;  Faa, si pembuat cover lagi serius mengeja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Denmas Gundul dengan senyum khas &#8220;Cakil&#8221;-nya &#8211;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;&gt; <a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gundul.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-449" title="gundul" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gundul.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teman si sakit juga oke,</p>
<p><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/ika1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-451" title="ika" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/ika1.jpg?w=234&#038;h=300" alt="" width="234" height="300" /></a></p>
<p>Bersama  mbak-mbak cantik,</p>
<p><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/muti.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-452" title="muti" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/muti.jpg?w=229&#038;h=300" alt="" width="229" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8211;&gt; Muti yang imut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kak Fe yang keren &#8212;&gt; <a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/peri.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-453" title="peri" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/peri.jpg?w=231&#038;h=300" alt="" width="231" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gendut juga baca, buat belajar</p>
<p><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gendut.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-454" title="gendut" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gendut.jpg?w=240&#038;h=300" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Bersantai di pantai, hmmmmm&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mak&#8217;e Gendut &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&gt; <a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pentul.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-455" title="pentul" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pentul.jpg?w=218&#038;h=300" alt="" width="218" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/coverthumbnail1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-456" title="coverthumbnail." src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/coverthumbnail1.jpg?w=205&#038;h=300" alt="" width="205" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ndemin Selawase!</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">*Semua foto adalah koleksi pribadi</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=445&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/18/ndemin-selawase/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/faa2.jpg?w=232" medium="image">
			<media:title type="html">faa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gundul.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">gundul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/ika1.jpg?w=234" medium="image">
			<media:title type="html">ika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/muti.jpg?w=229" medium="image">
			<media:title type="html">muti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/peri.jpg?w=231" medium="image">
			<media:title type="html">peri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/gendut.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">gendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pentul.jpg?w=218" medium="image">
			<media:title type="html">pentul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/coverthumbnail1.jpg?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">coverthumbnail.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dijual!</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/10/dijual/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/10/dijual/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 03:11:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[asyu]]></category>
		<category><![CDATA[ndemin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/10/dijual/</guid>
		<description><![CDATA[                Akhirnya jadi juga! Rasanya campur aduk pas tahu kalau kumpulan tulisan iseng itu akhirnya berwujud dalam bentuk sebuah buku. Keinginan yang sebenarnya lumayan lama tapi selalu dibentrokkan dengan banyak hal, hal yang disadari hanyalah alasan yang dibuat sendiri demi menyangkal ketidakmauan, menutupi kemalasan.                 Ini bukan sebuah akhir. Ini juga bukan sebuah pencapaian guna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=443&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/depanaaa11.jpg"><img class=" wp-image " src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/depanaaa11.jpg?w=418&#038;h=605" alt="Image" width="418" height="605" /></a><p class="wp-caption-text">Keluarga Ndemin (graphic by faa)</p></div>
<p style="text-align:justify;">                Akhirnya jadi juga! Rasanya campur aduk pas tahu kalau kumpulan tulisan iseng itu akhirnya berwujud dalam bentuk <a href="http://nulisbuku.com/books/view/ndemin-selawase">sebuah buku</a>. Keinginan yang sebenarnya lumayan lama tapi selalu dibentrokkan dengan banyak hal, hal yang disadari hanyalah alasan yang dibuat sendiri demi menyangkal ketidakmauan, menutupi kemalasan.</p>
<p style="text-align:justify;">                Ini bukan sebuah akhir. Ini juga bukan sebuah pencapaian guna dibanggakan. Ini adalah satu dari sekian anak tangga dalam proses kehidupan sebuah ego. Ini, setidaknya, adalah hasil dari sebuah rasa bosan akan takut juga putusasa. Bukan sebuah pembuktian. Tidak ada yang perlu dibuktikan. Ini, mungkin egois, adalah saksi dari sebuah perjalanan seorang manusia bahwa dia pernah ada di bumi ini. Dia pernah ada dan mungkin kalian pernah kenal, tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">                Aku percaya tidak ada orang yang “berhasil” sendiri. Selalu ada orang-orang di belakangnya, di sampingnya atau di depannya. Orang-orang yang mendukung, mendampingi, memberi inspirasi bahkan orang-orang yang “menghalangi.” Meski, tentunya kita juga tidak akan bisa “berhasil” tanpa usaha sendiri, usaha untuk melawan ketidakmauan, kemalasan.</p>
<p style="text-align:justify;">                Terimakasih pada <a href="http://nulisbuku.com/">Nulisbuku.com</a> yang mau menerima tulisan <em>ora mutu</em>, pada <a href="http://faaituaku.wordpress.com/">faa</a> untuk sampul dan logonya (yang minat sama desainnya bisa menghubungi toko bangunan terdekat, dia biasa <em>nguli</em> kalau pagi-siang). Terimakasih pada teman-teman Edsa UA, Wong Edan, Canting, Kompasiana serta semua yang tidak bisa disebut satu-satu (<em>macak</em> nulis skripsi di halaman persembahan, mau nyolek tapi takut dilinggis hehe). Kalian orang-orang hebat yang aku yakin akan terusik harga dirinya jika minta gratisan (hening) jadi yang mau nambah koleksi buku nggak mutu bisa <a href="http://nulisbuku.com/cara-belanja">cek disini</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;" align="center">“Aku sudah bosan takut. Sudah bosan putusasa.”</p>
<p style="text-align:center;" align="center">-Pramoedya Ananta Toer</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=443&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/10/dijual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/depanaaa11.jpg?w=697" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Liburan Jogja 1, Mau Dong!</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/05/liburan-jogja-1-mau-dong/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/05/liburan-jogja-1-mau-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 00:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[LiburanJogja1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[            Jogja istimewa, seperti itu orang-orang juga teman-temanku membangga-banggakan kota yang terkenal dengan sebutan Kota Gudeg itu. Kebanggaan yang sama dengan arek-arek Surabaya, misalnya, jika ditanya tentang kotanya.  Aku percaya semua kota istimewa bagi penduduknya karena disitulah mereka merenda kisah yang kemudian menjadi saksi atas sejarah kehidupan mereka. Tapi jika kemudian aku ikut-ikut mengangguk, mengiyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=410&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">            Jogja istimewa, seperti itu orang-orang juga teman-temanku membangga-banggakan kota yang terkenal dengan sebutan <em>Kota Gudeg</em> itu. Kebanggaan yang sama dengan <em>arek-arek</em> Surabaya, misalnya, jika ditanya tentang kotanya.  Aku percaya semua kota istimewa bagi penduduknya karena disitulah mereka merenda kisah yang kemudian menjadi saksi atas sejarah kehidupan mereka. Tapi jika kemudian aku ikut-ikut mengangguk, mengiyakan keistimewaan Jogjakarta tentu bukan tanpa alasan. Lokasi Jogjakarta yang tidak terlalu jauh dari Surabaya menjadi tempat melepas penat yang paling aku juga teman-temanku minati. Kota dengan tradisi yang masih cukup erat dipegang. Kuliner yang beragam dengan harga yang murah meriah serta objek wisata yang eksotis dan tersebar di seluruh penjuru daerahnya adalah sekian dari beberapa alasan kenapa aku menyukai Jogja.</p>
<p style="text-align:justify;">            Dulu aku tidak banyak tahu tentang tempat-tempat wisata yang ada di Jogjakarta. Setiap datang ke kota ini yang dikunjungi hanya itu-itu saja, Borobudur, Prambanan, Keraton, Parangtritis atau Malioboro. Di benak kami, orang luar Jogja, tempat-tempat itulah yang menjadi andalan juga ciri khas yang wajib dikunjungi. Jika kemudian pengetahuanku tentang Jogja bertambah itu karena teman juga semakin banyaknya informasi yang bisa diperoleh lewat internet. Saat ini banyak sekali blog juga portal-portal wisata yang bisa diakses dengan mudah, murah juga cepat. Hampir semua menampilkan lokasi-lokasi wisata yang begitu menarik, yang berbeda sekali dengan pengetahuanku selama ini tentang lokasi wisata di Jogja. Portal-portal juga blog itu memberikan gambaran yang tidak hanya berupa foto-foto narsis pemiliknya tapi juga informasi yang cukup lengkap tentang lokasi plus cara menjangkaunya, biaya juga tips-tips ketika berkunjung ke lokasi.</p>
<div id="attachment_414" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/yula.jpg"><img class="size-medium wp-image-414" title="yula" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/yula.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Gunung api purba Nglanggeran (dok. pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Nglanggeran adalah tempat pertama yang kemudian menjadi kedua, ketiga dan seterusnya yang sering kukunjungi jika sedang berada di Jogjakarta. Teman-teman Jogjaku sering sekali menghabiskan malam dengan memandangi bintang juga kota Jogja dari puncaknya. Gunung api purba Nglanggeran, begitu nama lengkapnya. Biaya yang cukup murah dan lokasi yang mudah diakses menjadikan tempat ini sangat cocok untuk menghabisakan waktu berkumpul bersama teman, sekadar bertukar cerita atau kemping. Tempat berikutnya yang tidak kalah menarik di Jogja adalah pantai-pantai indah sepanjang pantai selatan yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Aku dan teman-teman Jogjaku sudah beberapa kali melakukan susur pantai di daerah Gunung Kidul. Jika sebelumnya aku cukup senang memandang langit senja atau menunggu matahari tenggelam di Parangtritis, di pantai sepanjang Gunung Kidul ini lebih-lebih lagi indahnya. Pasirnya yang putih juga bersih, jauh dari jamahan wisatawan yang seringnya mengotori. Pantai Timang, Pantai Wedi Ombo dan masih banyak lagi pantai-pantai indah yang memang belum dibuka untuk wisata ini terdapat di daerah Gunung Kidul.</p>
<div id="attachment_417" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pantai-selatan.jpg"><img class="size-medium wp-image-417" title="pantai selatan" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pantai-selatan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu pantai di daerah Gunung Kidul (dok.pribadi)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_419" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/indrayanti.jpg"><img class="size-medium wp-image-419" title="indrayanti" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/indrayanti.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Indrayanti (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">               Keindahan alam Gunung Kidul masih banyak lagi. Aku pernah membaca tentang Gua Pindul, sempat juga melihat liputannya di televisi. Tempat ini biasa digunakan untuk <em>cave tubing</em>. Meski dikelola oleh penduduk lokal, kata temanku, keamananannya dijamin. Temanku juga pernah bercerita, bahkan mengiming-imingi, tentang serunya menguji adrenalin dengan memanjat dinding vertikal di Goa Jomblang. Cerita dan foto-foto yang membuatku iri. Sampai saat ini aku belum mengunjungi tempat-tempat itu. Tentu seru sekali bermain air juga sekaligus mencoba sedikit bertualang di alam.</p>
<p style="text-align:justify;">            Sebagai daerah tujuan wisata Jogja selain dikagumi karena keindahannya ternyata juga belum lepas dari masalah “klasik” yang mengurangi “nilainya.” Masalah itu antara lain adalah kebersihan. Meski sudah terdapat tempat sampah juga toilet umum tapi kebersihakannya masih kurang. Masih banyak kutemukan sampah-sampah berserakan di lokasi-lokasi wisatanya. Selain itu, seperti juga tempat lain, tidak gratisnya fasilitas umum seperti parkir dan toilet menurutku menjadi sesuatu yang kurang, nilai minus. Toilet terutama adalah fasilitas yang wajib ada di setiap tempat wisata yang seharusnya bersih juga gratis. Pun begitu dengan tempat parkir.</p>
<p style="text-align:justify;">            Meniru Jogja yang istimewa, aku juga istimewa. Istimewa karena tidak hanya suka berwisata, jalan-jalan, tapi aku juga suka menulis dan bercerita. Hampir semua perjalanan yang kulakukan kutulis baik di blog pribadi ataupun blog keroyokan. Bukan hanya untuk membagi cerita tentang keindahan alam atau serunya menghabiskan waktu bersama teman tapi juga untuk berbagi informasi. Banyak teman yang kemudian tertarik setelah membaca tulisan-tulisanku yang hampir selalu kusertai foto-foto. Itu juga yang akan kulakukan jika nanti terpilih di Liburan Jogja ini, membagi cerita dan menyebarkannya. Kurang istimewa? Coba saja.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=410&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/05/liburan-jogja-1-mau-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/yula.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">yula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/pantai-selatan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pantai selatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/indrayanti.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">indrayanti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Canyoning Di Sri Gethuk Part 2</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/03/canyoning-di-sri-gethuk-part-2/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/03/canyoning-di-sri-gethuk-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 03:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[canyoning]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kidul]]></category>
		<category><![CDATA[sri gethuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[            Setelah sebelumnya merasakan tegangnya pengalaman pertama ber-canyoning dan kemudian gagal mengulang di kesempatan kedua di Kulon Progo, Sabtu kemarin aku akhirnya bisa kembali bercanyoning lagi. Jika sebelumnya bisa dibilang tanpa persiapan untuk kali ini kami lebih “terencana.” Daftar bawaan sudah dibuat juga dibagi meski pada akhirnya tetap ada yang terlupa dan tak terbawa. Undangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=401&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_402" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2srigethuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-402" title="part2srigethuk" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2srigethuk.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">air terjun Sri Gethuk (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Setelah sebelumnya merasakan tegangnya pengalaman pertama <a href="http://sapusothil.blogspot.com/2011/12/inagurasi-jajaran-direksi-sapu-sothil.html">ber-<em>canyoning</em></a><em> </em>dan kemudian gagal mengulang di <a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/12/13/menikmati-canyoning-di-air-terjun-sri-gethuk-gunung-kidul/">kesempatan kedua</a> di Kulon Progo, Sabtu kemarin aku akhirnya bisa kembali bercanyoning lagi. Jika sebelumnya bisa dibilang tanpa persiapan untuk kali ini kami lebih “terencana.” Daftar bawaan sudah dibuat juga dibagi meski pada akhirnya tetap ada yang terlupa dan tak terbawa. Undangan sudah disebar tapi pada hari H satu persatu “mengundurkan diri.”</p>
<p style="text-align:justify;">            <em>Fantastic Four </em>kali ini berkesempatan merasakan aliran adrenalin di air terjun Sri Gethuk, Gunung Kidul. Sampai di lokasi masih sore, masih lumayan ramai. Tak ingin mengulang kejadian sebelumnya dimana kami berkemping “tanpa ijin” kali ini kami menemui yang “berwenang.” Diterima oleh Pak Dukuh kami menyampaikan maksud kami untuk kemping sekaligus canyoning. <em>Deal</em> sudah dicapai. Aman.</p>
<div id="attachment_403" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2umub.jpg"><img class="size-medium wp-image-403" title="part2umub" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2umub.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">umub (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Magrib tenda kami sudah berdiri dan kompor juga sudah mulai menyala. Sayang hujan mulai turun. Karena semakin deras tidak memungkinkan bagi kami untuk memasak di luar. Mau tidak mau kami harus membawa kompor ke dalam tenda. Tenda dengan kapasitas empat orang terasa semakin panas dengan tas-tas besar kami juga kompor yang menyala. Sauna, ya rasanya seperti di sauna meski di luar hujan semakin deras.</p>
<p style="text-align:justify;">            Makan sudah beres. Idealnya melihat bintang-bintang juga kunang-kunang di luar tenda. Lagi-lagi kami harus menahan keinginan kami karena hujan tak juga reda. Tiduran, mendengarkan suara sumbang dari cowok yang enggan lulus (hening) kami lakukan di dalam tenda. Sesekali kami buka penutup tenda karena tidak tahan akan hawa panas di dalam. Aneh juga, hujan di luar seharusnya membuat hawa dingin tapi tidak yang kami rasakan. Sesekali kunang lewat, indah.</p>
<p style="text-align:justify;">            Tenda bocor, bukan bocor sebenarnya karena memang tenda yang kami pakai tidak ada penutupnya. Kami menggunakan salah satu mantel untuk menutup bagian atas. Bagian bawah yang seharusnya kedap air tapi tidak pada tenda kami kali ini. Dua mantel yang kami gunakan untuk alas bawah plus dua matras tak bisa melindungi kami dari air hujan yang merembes. Akibatnya baju juga celana kami tetap basah. Romantis? You tell me. “Terjebak” bersama manusia-manusia absurd seperti ini mungkin bukan pilihan bagus untuk melewatkan liburan tapi jika ada yang bertanya, maukah aku mengulangnya? Yes! I would love to.</p>
<p style="text-align:justify;">            Sabtu pagi hujan tak juga reda. Meski sarapan sudah beres tapi belum memungkinkan untuk mulai ber-<em>canyoning.</em> Teman yang katanya akan menyusul belum ada kabar, sebagian juga dipastikan tidak akan menyusul. Tak ingin menunggu apalagi mengalami kegagalan seperti di Kulon Progo kami pun bersiap. Hujan masih rintik tapi tak membuat semangat kami luntur. Jika dulu air begitu jernih dan tak terlalu deras berbeda dengan kali ini. Hujan menyebabkan debit air meningkat serta air menjadi coklat karena lumpur. Dua kali lebih deras air yang mengalir dari atas membuat kami harus lebih berhati-hati.</p>
<p style="text-align:justify;">            <em>Sang pioneer </em>turun untuk mencari jalan. Terlalu sulit katanya. Kami harus memindah tali. Air yang terlalu deras menutup pandangan ketika turun. Meski tetap lebih deras dari yang pertama dulu tapi setidaknya bisa dikurangi. Dari kami berempat hanya satu yang bisa dibilang berpengalaman. Aku sendiri baru dua kali. Dua teman yang lain malah baru akan memecahkan pengalaman pertamanya. Untuk <em>rappelling</em> di tembok kosan tentu tak dihitung. Seorang teman datang menyusul.</p>
<div id="attachment_404" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2siap.jpg"><img class="size-medium wp-image-404" title="part2siap" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2siap.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">harness dari webbing (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Satu lagi yang berbeda, kali ini kami tidak menggunakan <em>harness</em> tapi menggunakan <em>webbing </em>yang diikat membentuk <em>harness</em>. Satu persatu dari kami turun. Entah yang dirasakan oleh teman-temanku tapi bagiku sendiri ini menyenangkan meski tidak semenegangkan pengalaman pertama. Aku tahu apa yang kulakukan aman. Tentunya tetap waspada dan hati-hati karena batu yang licin juga derasnya air terjun. Mendarat dengan aman aku justru mengalami luka ketika mau naik ke atas. Batu yang kupakai untuk pegangan ternyata berada pada tanah yang rapuh. Hasilnya, aku jatuh dan terperosok.</p>
<p style="text-align:justify;">            Kali ini masing-masing dari kami berkesempatan mengulang, kecuali salah satu teman yang harus lebih sering naik turun. Salah satu penjaga mengenali wajahku. Dia orang yang dulu “meminta” kami ijin jika ingin mengadakan kegiatan. Malu sebenarnya tapi akhirnya dibuang saja. Justru kami akhirnya berbincang. Seorang pengunjung, gadis, tertarik ingin ikut ber-<em>canyoning. </em>Dia mengira itu adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh Desa Wisata Bleberan ini. Tak berani bertanggungjawab aku menolaknya dan memberi pengertian.</p>
<p style="text-align:justify;">            Pada akhirnya semua berjalan lancar. Kami menjemur tenda juga perlengkapan kami yang basah kuyup. Untunglah siang itu matahari mau muncul, setidaknya ada waktu untuk kami mengeringkan bawaan kami. Berpikir untuk mencari tempat lain guna melewatkan malam tahun baru kami membuat undian. Kami harus menuliskan tempat lain itu di atas kertas yang nantinya digulung untuk dikocok, semacam arisan. Salah satu teman memilih Nglanggeran, teman yang lain memilih Ngobaran. Aku memilih kos temanku sebagai penyeimbang pilihan. Oh iya, satu teman yang tadi menyusul sudah pulang. Otomatis tinggal satu pilihan lagi. Sayang si teman tidak mau memberi tahu pilihannya.</p>
<div id="attachment_405" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2yula.jpg"><img class="size-medium wp-image-405" title="part2yula" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2yula.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">dok.pribadi</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_406" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2asyu.jpg"><img class="size-medium wp-image-406" title="part2asyu" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2asyu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">dok. pribadi</p></div>
<div id="attachment_407" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2cakil.jpg"><img class="size-medium wp-image-407" title="part2cakil" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2cakil.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">dok. pribadi</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Kocokan pertama sudah dilakukan dan yang keluar adalah: <em>Kosan Mas Ganteng</em>. Artinya kami harus pulang dan melewatkan malam tahun baru di kos salah satu teman. Tak rela dengan kocokan yang ternyata jatuhnya seperti itu kami pun berniat mengulang. Apa mau dikata, kocokan yang kedua ternyata hasilnya sama. Penasaran dengan apa yang ditulis sang teman, aku buka semua pilihan. Ternyata dia menuliskan: <em>Kocok sekali lagi.</em> Ya, sepertinya kami memang harus pulang. Badan sudah lelah dan perlengkapan juga sudah dibereskan, tak mungkin tetap tinggal. Berencana menyewa DVD, membeli makanan juga camilan akhirnya kami malah pulas tertidur tanpa film atau camilan setelah perut terisi makanan dari <em>Burjo.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em> </em></p>
<p style="text-align:center;" align="center">***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=401&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2012/01/03/canyoning-di-sri-gethuk-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2srigethuk.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">part2srigethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2umub.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">part2umub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2siap.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">part2siap</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2yula.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">part2yula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2asyu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">part2asyu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2012/01/part2cakil.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">part2cakil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inagurasi Gatitot</title>
		<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2011/12/27/inagurasi-gatitot/</link>
		<comments>http://rinatrilestari.wordpress.com/2011/12/27/inagurasi-gatitot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 06:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[asyu]]></category>
		<category><![CDATA[grojogan watu jonggol]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[nglinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sapusothil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinatrilestari.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[            Rencananya sih sok mengadakan inagurasi. Pinginnya sih mau canyoning lagi, memuaskan teman yang ngiler karena nggak bisa ikut sebelumnya. Seperti kata orang bijak, entah siapa, “Manusia berencana Tuhan yang menentukan.” Rencana yang sudah disusun, dibayang-bayangkan betapa teman-teman yang tidak ikut akan menangis darah, merobek-robek baju saking keselnya pas lihat foto-foto nggaya di air terjun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=391&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" align="center">
<div id="attachment_392" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/air-terjun.jpg"><img class="size-medium wp-image-392" title="air terjun" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/air-terjun.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Air Terjun Grojogan Watu Jonggol (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;" align="center">
<p style="text-align:justify;">            Rencananya sih sok mengadakan inagurasi. Pinginnya sih mau <em>canyoning</em> lagi, memuaskan teman yang <em>ngiler </em>karena nggak bisa ikut sebelumnya. Seperti kata orang bijak, entah siapa, “Manusia berencana Tuhan yang menentukan.” Rencana yang sudah disusun, dibayang-bayangkan betapa teman-teman yang tidak ikut akan menangis darah, merobek-robek baju saking keselnya pas lihat foto-foto <em>nggaya</em> di air terjun <em>Grojogan Watu Jonggol</em>, Nglinggo, Kulon Progo ternyata harus diikhlaskan terkubur.</p>
<p style="text-align:justify;">            Sabtu, sekitar pukul empat sore semua “kru” sudah siap untuk meluncur dari Jogja menuju lokasi. Bermodal “peta” paling mutakhir di abad ini, tujuh sepeda motor memecah jalanan Jogja. Tas-tas <em>carrier</em> di punggung membawa perbekalan dan perlengkapan untuk kemping semalam juga untuk <em>canyoning</em>.  Sempat <em>nyasar </em>sedikit karena “peta” yang terlalu canggih ternyata tidak diimbangi dengan pembaca peta yang handal, ditambah informasi yang kurang sesuai membuat “sang guide” harus berhenti untuk bertanya pada penduduk sekitar. Tak lama, tak sampai Magrib rombongan sudah sampai di lokasi.</p>
<div id="attachment_394" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/peta.jpg"><img class="size-medium wp-image-394" title="peta" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/peta.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">&quot;peta&quot; paling mutakhir (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Ait terjun yang cukup tinggi, sekitar 60 meter. Lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk tapi sepi. Hanya perlu melewati jalan setapak menurun yang sebagian sudah disemen, dibikin jalan, dari papan nama lokasi. Kendaraan bisa dititipkan di penduduk sekitar. Pepohonan yang cukup rimbun, adem. Tak ada orang lain kecuali kami berduabelas di lokasi. Sangat cocok untuk kemping, menyepi.</p>
<p style="text-align:justify;">            Dua tenda didirikan, harusnya tiga tapi tempat tidak memungkinkan. Dingin sudah menyapa. Kabut juga kian tebal. Beberapa kali gerimis datang tapi kemudian reda. Kopi, nasi juga mie instan sudah matang, siap untuk disantap. Menggelar mantel untuk merebahkan punggung yang pegal sambil memandang kunang-kunang juga bintang yang enggan, tertutup mendung, kami lakukan. Sebagian memilih duduk-duduk di gubuk kayu sambil menyanyi diiringi petikan gitar.</p>
<p style="text-align:justify;">            Hawa semakin dingin, aku dan sebagian teman mengundurkan diri, masuk ke tenda. Tak lama, lelap. Di luar penyanyi-penyanyi sumbang masih semangat, sampai dini hari. Menjelang pagi harusnya kami bersiap-siap, apadaya hujan turun. Akhirnya acara tidur dilanjutkan. Sampai hampir pukul sembilan hujan tidak juga reda. Tenda mulai bocor. Air menetes masuk ke dalam. Tak mungkin lagi meneruskan tidur. Tak ingin juga menyiakan waktu dengan tidur-tiduran.</p>
<p style="text-align:justify;">            Beberapa teman sudah bangun. Ada yang berjalan-jalan sambil mencari tempat untuk mengambil foto. “Sang guide” langsung beraksi, melompat dan menari (macak bedes)  untuk <em>survey</em> air terjun. Yang lain mengumpulkan nyawa, sebagian lagi masak. Makan pagi beres sudah. Seperti semalam enam piring untuk duabelas orang. Sepiring berdua. Sayang berita dari “sang guide” tidak menyenangkan. Tidak memungkinkan untuk menuruni air terjun karena tidak ada pohon atau batu yang bisa dijadikan pengikat tali.</p>
<p style="text-align:justify;">            Mencari lokasi lain adalah rencana berikutnya. Sambil menunggu dua teman yang sedang menyusul, kami <em>packing</em>. Begitu si teman datang, tiba di lokasi, kami sedang berjalan naik. Memberi waktu pada dua anak, katanya manusia, yang sudah mengalami “kesialan” di perjalanan untuk mengambil foto, kami menunggu di atas. Hujan menyapa, semakin deras. Di pasar Plono kami berhenti untuk bertanya air terjun lain yang ada di sekitar situ. Kali ini delapan sepeda motor kembali melaju, menembus gerimis.</p>
<div id="attachment_393" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/nglinggo.jpg"><img class="size-medium wp-image-393" title="nglinggo" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/nglinggo.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">survey jembatan (dok.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">            Tidak berhasil menemukan lokasi kami berhenti di sebuah jembatan besar. Sempat berpikir untuk mencoba <em>rappeling</em> disitu. Jam sudah menunjuk pukul satu lebih. Lokasi yang berada di jalan besar, tanpa ijin dan bisa mengundang keramaian membuat kami terpaksa membatalkan lagi rencana itu. Tidak menemukan ide lagi, kami pun meluncur pulang. Bagi kami berduabelas kegagalan ini tidak begitu menyakitkan, setidaknya kami sudah cukup bersenang-senang. Tapi bagi dua teman yang baru menyusul mungkin lain ceritanya (hening). Inagurasi gagal tidak total (gatitot) meski kami, pastinya, merencanakan kembali untuk mengulang acara pekan berikutnya (harus). Apapun kejadiannya jangan terlupa untuk bersenang-senang, kawan!</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_395" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/kemesraan2.jpg"><img class="size-medium wp-image-395" title="kemesraan2" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/kemesraan2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kemesraan ini (dok.pribadi)</p></div>
<div id="attachment_396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/marimanganwatu.jpg"><img class="size-medium wp-image-396" title="marimanganwatu" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/marimanganwatu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">akibat mangan watu (dok.pribadi)</p></div>
<div id="attachment_397" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/tipe-36.jpg"><img class="size-medium wp-image-397" title="tipe 36" src="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/tipe-36.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">tipe 36D (dok.pribadi)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinatrilestari.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinatrilestari.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinatrilestari.wordpress.com&amp;blog=10870193&amp;post=391&amp;subd=rinatrilestari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinatrilestari.wordpress.com/2011/12/27/inagurasi-gatitot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<georss:point>-7.287243 112.739048</georss:point>
		<geo:lat>-7.287243</geo:lat>
		<geo:long>112.739048</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/733178e325130d6176cb2a9bfc987560?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinatrilestari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/air-terjun.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">air terjun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/peta.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">peta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/nglinggo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nglinggo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/kemesraan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kemesraan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/marimanganwatu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">marimanganwatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinatrilestari.files.wordpress.com/2011/12/tipe-36.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tipe 36</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
